Bertemu Dengan Nabi

Soal: 1. mohon dijelaskan tentang hadist Nabi berikut ini :

“Barang siapa yang melihat aku dalam mimipi, maka ia akan melihatku dalam keadaan jaga.” [HR Bukhari].

2. Saya baca dalam kitab Al mizanulkubro as – Sya’roni, bahwa Syaikh Jalaluddin Suyuthi bertemu dengan Nabi dalam keadaan jaga sebanyak 75 kali, apakah khobar itu shohih, mohon penjelasan.

Jawab: 1. Hadits-hadits yang berbicara tentang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw kebanyakan shahih. Demikian juga matan hadits yang menyatakan bahwa setan tidak akan mampu menyerupai wajah Rasulullah Saw. Sudah semestinya kita sebagai seorang muslim membenarkan isi yang terdapat di dalam hadits-hadits shahih, dan harus menyakini sekiranya hadits tersebut mutawatir. Akan tetapi, para ulama telah mendiskusikan persoalan mimpi bertemu Rasulullah Saw dan Rasulullah Saw tidak bias diserupai oleh setan. Saya memegang satu pendapat yang menyatakan bahwa seseorang yang mengaku mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw tidak bisa diyakini kebenarannya, alias diragukan; kecuali jika orang tersebut pernah melihat dan bertemu dengan Rasulullah Saw? Yakni pada masa shahabat ra. Pertanyaan kritisnya adalah, Bagaimana orang tersebut (orang yang mimpi ketemu Rasulullah Saw) bias menyatakan dan menyakini bahwa ia bertemu dengan Rasulullah saw? Padahal dirinya belum pernah melihat Rasulullah Saw? Kita baru yakin bahwa orang tersebut memang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw, jika ia memang pernah melihatnya, dan kita juga pernah melihatnya. Adapun bagi orang yang belum pernah bertemu dengan Rasulullah Saw, tidak ada satupun bukti ataupun ukuran yang bisa digunakan untuk menilai, apakah yang ia jumpai di dalam mimpi itu benar-benar Rasulullah saw, atau bukan, atau sekedar mengaku-aku Rasulullah Saw saja.

Pada dasarnya, mimpi bertemu Rasulullah Saw yang dialami oleh generasi setelah shahabat, hingga sekarang, tidak bisa dibuktikan secara menyakinkan, dan kita harus menolak klaim orang yang mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. Sebab, mereka memang belum pernah melihat Rasulullah Saw. Bagaimana dirinya bisa menyatakan bahwa ia telah melihat dan bertemu dengan Rasulullah Saw –di dalam mimpi, sedangkan dirinya tidak pernah mengetahui bentuk jisim dari Rasulullah Saw? Lantas, darimana dia bisa menyatakan bahwa yang dijumpainya dalam mimpi itu adalah Rasulullah, sedangkan bertemu saja belum pernah? (lihat diskusi ini di dalam Fath al-Baariy, al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaniy).

2. Khabar tersebut banyak dikritik kebenarannya. Adapun jika benar, bahwa Imam Suyuthi pernah mengaku bertemu dengan Rasulullah Saw dalam keadaan jaga sebanyak 75 kali, maka klaim Imam Suyuthi tersebut harus ditolak, sebab, beliau belum pernah melihat bentuk fisik dari Rasulullah Saw. Bagaimana beliau bisa menyatakan bahwa yang ditemuinya dalam mimpi itu adalah Rasulullah Saw, apa dan buktinya bahwa orang tersebut benar-benar Rasulullah Saw, sedangkan beliau belum pernah bersua dengan Rasulullah Saw. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]