BAGI HASIL USAHA KOPERASI RIBA

Pertanyaan :

Ass.. Wr. Wb.
Ust, di kantor tempat kerja saya ada koperasi, dimana semua pegawai adalah anggotanya (sudah otomatis). yang ingin saya tanyakan, apa hukumnya gabung dengan koperasi, karena setau saya salah satu usahanya itu adalah pinjaman dengan sistem bunga? apa yang harus saya lakukan? mengingat saya (sebagai anggota) pasti mendapatkan bagi hasil rutin seperti SHU dll.
syukron atas jawabannya…
Sai, Jakarta Utara. Apr 8, 6:26 PM. [email protected].  | IP: 202.162.220.149

 

Jawaban :

Haram hukumnya menerima bagi hasil dari usaha bisnis yang berbasis riba. Silakan baca hukum tentang riba di sini. Haram pula menerima bagi hasil usaha koperasi karena koperasi adalah suatu perseroan yang batil, bertentangan dengan hukum-hukum Islam.

Koperasi termasuk salah satu jenis perseroan dalam sistem kapitalis.  Koperasi adalah bentuk penanaman saham antara sekelompok orang yang melakukan kesepakatan antarsesama mereka, untuk mengadakan kerjasama (perseroan) sesuai dengan kondisi tertentu mereka.

Koperasi merupakan organisasi yang batil dan bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Ada beberapa sebabnya, yaitu :

  1. Koperasi hanyalah kumpulan modal saja. Tidak ada orang/badan yang bertindak sebagai pengelola. Yang ada hanyalah kesepakatan untuk menyerahkan modal sejumlah nilai tertentu saja. Biasanya ada yang namanya simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela. Setelah mereka menyerahkan simpanan tersebut, maka mereka bisa bergabung menjadi anggota. Kemudian mereka membentuk kepengurusan yang bertugas mengelola koperasi tersebut. Pengurus tidak selalu yang menjalankan kegiatan koperasi sehari-hari. Pengurus bisa menggaji beberapa pegawai untuk menjalankan koperasi. Gaji pegawai ini menjadi salah satu unsur biaya di dalam koperasi.

Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa koperasi tidak bisa mewujudkan perseroan yang sah menurut syara’.

  1. Pembagian laba koperasi berdasarkan hasil pembelian atau produksi. Padahal dalam sistem Islam, pembagian laba berdasarkan modal atau kerja (mohon baca keterangan tentang bagi hasil bisnis Islami di sini).

 

Demikian penjelasan singkat dari kami. Semoga bisa dipahami. Keterangan lebih lanjut tentang sistem ekonomi Islam silakan dibaca di buku Nizhamul I’tishodi fil Islam karya Syaikh Taqiyuddin an Nabhani. (Farid Ma’ruf; www.anaksholeh.net)

 

Tim Konsultan Syariah Publication