Hukum Menggauli Istri

Pertanyaan :

Berapa hari sekali suami wajib menggauli istrinya?

Jawaban :

Para ulama ada khilafiyah :

  1. Jumhur ulama, termasuk Ibnu Hazm :

Suami wajib menggauli istri minimal 1 bulan sekali. Jadi, jika dalam sebulan tidak menyentuh istrinya, maka ia berdosa. Termasuk nakhoda yang pergi 1 bulan, jika ia tidak menyentuh  istrinya, maka ia berdosa.

Dalilnya adalah QS Al Baqarah ayat 222.

 

  1. Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hambali) :

Suami wajib menggauli istri minimal 1 kali dalam 4 bulan.

Dasarnya adalah kisah tentang Umar bin Khattab yang sedang berjalan-jalan di Madinah. Ia menemukan perempuan yang bersyair. Suami perempuan tersebut sedang pergi berjihad. Isi syair tersebut tentang kerinduan ia terhadap suaminya.

Umar pun bertanya kepada Hafshoh tentang berapa lama seorang perempuan bisa bertahan tidak digauli suaminya.

Hafshoh menjawab bahwa kira-kira perempuan bisa bertahan sekitar 5 – 6 bulan. Umar pun kemudian mengambil 6 bulan tersebut. 6 bulan tersebut dibagi : 1 bulan perjalanan ke medan perang, 4  bulan menetap di medan perang, 1 bulan perjalanan pulang.

Disimpulkan waktu 4 bulan tersebut, perjalanan tidak dihitung.

 

  1. Imam al Ghazali : Suami wajib menggauli istri minimal 1 kali dalam 4 malam.

Dasarnya : Karena laki-laki boleh memiliki 4 istri. Jika seorang laki-laki punya 4 istri, maka seorang istri mendapatkan giliran setiap 4 malam.

Ada kisah di masa Umar bin Khattab. Ada perempuan yang datang mengadu kepada Umar. Ia adukan suaminya yang tiap malam selalu sholat tahajud, sementara siangnya puasa terus.

 

  1. Imam Syafi’I : Suami tidak wajib menggauli. Karena menggauli adalah hak, bukan kewajiban. Jadi mubah saja suami menggauli istri.

Ust. Shiddiq condong kepada pendapat Imam Syafi’i.

 

Mengapa pendapat keempat lebih kuat? Silakan simak sendiri di MP3 rekaman kajian bersama K.H. Muhammad Shiddiq al Jawi, materi Nizhamul Ijtimai fil Islam dan soal jawab masalah Istimna’.

Bisa didownload di sini

Leave a Reply