Mewakili Sholat Untuk Ibu Yang Sedang Sakit

Soal: Mohon bantuan jawabannya. Ibu saya sakit keras, lumpuh, tidak bisa apa-apa, tidak bisa bicara, tidak bisa bergerak sama sekali, kalau diajak omong-omong kadang respon, lebih sering tidak respon. selama ini sholatnya dengan cara saya memegang tangannya kemudian saya bilangi, “Bu’ shalat magrib” kemudian saya yang membacakan setiap bacaan sholat, tanpa melihat respon ibu saya. Apakah seperti itu boleh?

Masalah timbul ketika ibu saya sering dalam keadaan najis (buang air di kasur, misalnya) dan sering sangat merepotkan sehingga sering setiap saya selesai sholat saya sholat lagi untuk ibu saya (saya mewakili ibu saya), apakah itu dibolehkan?

Jawab: Pada dasarnya, jika seseorang mendapatkan sakit keras, maka ia diperbolehkan mengerjakan sholat dalam keadaan berbaring dengan melakukan gerakan-gerakan yang bisa mengisyaratkan bahwa dirinya sedang mengerjakan sholat. Namun, jika pergerakan ini juga tiadk mungkin maka, selama dirinya sadar, ia boleh mengisyaratkannya dengan kedipan mata, atau dengan yang lain. Jika ini juga tidak mungkin, maka ia harus mengerjakan dengan isyarat yang ia mampu lakukan.

Jika seseorang sakit yang menyebabkan dirinya tidak sadar, gila –namun terjadi tidak secara tetap, maka ketika tidak sadar atau gila, maka ia tidak berdosa tatkala tidak mengerjakan sholat. Namun, tatkala kesadarannya pulih, ia harus mengerjakan sholat.

Pada kasus ibu anda —semoga Allah melapangkan urusan anda dan ibu anda–, usahakan anda membantu ibu anda dengan cara menjaga kesucian dan kebersihan badan dan tempat tidur ketika beliau hendak mengerjakan sholat. Jika ibu anda masih sadar –memiliki ingatan– maka anda tidak mengapa mengingatkan ibu anda ketika mengerjakan sholat.

Tapi, anda tidak diperkenankan sholat untuk ibu anda. Wujud kepedulian anda terhadap ibu anda tidak boleh direfleksikan dengan perbuatan yang justru melanggar syariat Allah –yakni mengerjakan sholat yang diperuntukkan untuk ibu anda. Kepedulian itu hendaknya diwujudkan dengan cara menjaga kebersihan dan kesucian ibu anda –meskipun itu sangat merepotkan anda, dan mengingatkan waktu-waktu sholatnya.

Bukankah, ibu anda juga sangat kerepotan untuk mengurusi anda di saat anda masih kecil? Semoga Allah SWT melapangkan urusan anda dan ibu anda. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]

Leave a Reply