Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/anaksho1/public_html/wp-includes/functions.php on line 6085
Anak Usia Remaja yang Suka Melawan - Dalam Islam, Gapai Ketaqwaan

Anak Usia Remaja yang Suka Melawan

Sebagai orang tua muslim, hendaknya kita paham bahwa anak merupakan titipan atau amanah dari Allah swt. Sebagai seseorang yang diberi amanah, tentu kita memiliki tanggung jawab dalam merawat, mendidik anak, membesarkan, menyayangi membimbing anak dan lainnya.

Lalu bagaimana jika memiliki anak yang sudah menginjak usia remaja dan berperilaku suka melawan? Bagaimana cara mendidik dan menasehatinya? Untuk lebih jelasnya mengenai ini, mari kita simak ulasan artikel dengan judul asli “Anak Usia Remaja yang Suka Melawan”.

Anak usia remaja, foto: unsplash.com
Anak usia remaja, foto: unsplash.com

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati, saya ingin solusi mengenai anak remaja. Anak saya kelas 6 SD, sudah baligh. Sejak kelas 6, sikapnya semakin buruk. Berani melawan, sulit dimintai tolong, mudah marah-marah. Kalau ada keinginan memaksa sambil melempar-lempar benda, meskipun bukan benda berbahaya. Bagaimana cara menghadapinya?

Wassalaamua’laikum.Wr.Wb.

085223XXXXXX

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibunda yang baik,

Masalah yang sering dihadapi orang tua ketika anaknya mulai memasuki usia remaja, di antaranya adalah anak susah diatur dan selalu ingin memberontak. Bahkan, ada pula yang jika tidak dituruti kemauannya, ulahnya jadi bermacam-macam. Misalnya, tidak sopan kepada orang tua, malas ke sekolah, dimintai tolong tidak mau membantu.

Jika dinasihati, nasihat yang diberikan hanya masuk telinga kanan dan keluar lewat telinga kiri. Anak seperti ini tentu saja membuat kesal, bingung dan sedih. Padahal, bagi setiap orang tua, keberhasilan anak menjadi impian, dan alangkah bahagianya jika mempunyai anak yang berakhlak baik, taat, rajin, pandai, dan penurut.

Ibunda yang baik,

Usia remaja, merupakan usia yang cukup rawan dalam kehidupan anak-anak. Mereka merasa bahwa diri merekalah yang paling benar. Anak-anak seperti ini, biasanya tidak dapat dikerasi, seperti dipukul atau dimarahi dengan kalimat kasar, karena justru akan melawan dan semakin menjadi. Jika dinasihati baik-baik pun terkadang tidak mau mendengar.

Jika demikian yang terjadi, maka langkah terbaik adalah mencari tahu apa yang membuat ananda menjadi seperti itu. Karena biasanya, anak yang mulai memasuki usia remaja cenderung  sedikit tertutup kepada orang tua dan keluarga.

Anak suka bermain, foto: unsplash.com
Anak suka bermain, foto: unsplash.com

Ibunda yang baik,

Menghadapi remaja yang suka melawan bukanlah hal yang mudah, namun bukan juga hal yang sulit. Dibutuhkan kesabaran, kebijaksanaan dan perhatian. Keteladanan seringkali mempunyai pengaruh yang lebih besar bagi anak, dari pada nasihat dan ucapan. Jadilah orang tua yang bijak.

Orang tua yang bijak mempunyai kepekaan terhadap anak, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memberikan pilihan terbaik. Yang terbaik bagi anak, kadang bukanlah yang terbaik bagi orang tua. Di sinilah biasanya ditemukan kesalahpahaman di antara keduanya.

Bijaksana ketika menghadapi persoalan dan menyelesaikannya, tanpa harus dengan emosi. Adakalanya Anda harus bersikap tegas, lembut, menjadi seorang sahabat dan menjadi orang tua yang harus dihormati.

Berkomunikasi dengan anak yang sudah mulai memasuki usia remaja tentu tidak sama seperti ketika mereka masih kecil. Kenali dan pahami perasaan ananda, pilih kata dan kalimat yang tepat. Berilah ananda kesempatan untuk menjelaskan permasalahannya, sampaikan  apa yang Anda inginkan dan berikan ananda kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun sebagai orang tua, Anda tetap harus memberikan masukan dan bantuan jika memang diperlukan. Berikan kepercayaan pada ananda, dan jelaskan kepadanya bahwa segala tindakan ada konsekuensinya.

Anak aktif bermain, foto: unsplash.com
Anak aktif bermain, foto: unsplash.com

Ibunda yang baik,

Waktu yang tepat adalah sesuatu yang penting dan juga perlu diperhatikan saat kita hendak menasihati anak. Jangan menasihati ananda ketika capai, dalam keadaan marah, dan bosan, karena hal itu justru akan memancing emosi anak. Ketika akan menyelesaikan suatu persolaan tunggu sampai Anda dan ananda sama-sama tenang.

Jangan gunakan kata makian saat menegur atau memarahi ananda. Ketika Anda menggunakan kata-kata cacian atau kasar, kata-kata tersebut akan terus terngiang di pikiran ananda. Kata makian atau kata kasar dapat melukai perasaannya, dan menimbulkan sakit hati. Dan bukan tidak mungkin ananda pun juga terpacu untuk melakukan hal yang sama kepada Anda.

Baca Juga: Jika Anak Susah Diarahkan, Berikut Tips dan Penjelasannya

Bersahabatlah dengan anak, namun tetap menjaga kewibawaan sebagai orang tua. Dengan menjadi sahabatnya diharapkan mampu menciptakan suasana yang nyaman, aman, saling percaya dan rasa saling menghargai.

Dan jangan lupa sampaikan bagaimana semestinya seorang anak bersikap kepada orang tuanya. Kalau mengatakan “ah” saja tidak diperbolehkan, apalagi membentak dan melawan. Semoga diberikan kemudahan dalam membimbing ananda.


Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul “Anak Usia Remaja yang Suka Melawan”. Kami dari anaksholeh.net telah menambahkan gambar, link, featured image, perbaikan alenia, dan pemberian pembuka serta penutup agar lebih menarik. Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan share melalui sosial media.

Catatan kaki:

Sumber : Tabloid Media Umat edisi 111