Seputar Kepercayaan Kaum Kristen

Publikasi 24/05/2004
hayatulislam.net – Soal: Mohon di jawab:

1. Saya sekarang punya temen beragama kristen, dan dia punya kengininan untuk memilih agama yang baik dia tertarik islam tapi saya harus membuat dia yakin dulu kalu islam benar-benar benar. Tolong kasih saya kunci yang menunjukkan kebenaran Islam atas kristen (mungkin dalam bentuk buku atau situs). Saya punya buku ahmad deedat, apakah buku tersebut sudah mewakili semua pernyataan untuk mengalahkan statemen orang kristen?

2. Orang kristen percaya atas penebusan dosa oleh Yesus tolong beri pelurusan dari hal tersebut menurut Islam?

3. Tolong beritahu doa untuk membuka hidayah bagi seseorang beserta artinya?

4. Tolong berikan penjelasan mengenai trinitas tuhan yang ada 3 tapi satu dan bagaimana cara untuk mematahkan pendapat mereka bahwa hal itu salah.

Terima kasih.

Jawab: 1. Untuk pertanyaan pertama anda bisa mengunjungi link website hayatulislam.net. Menurut saya buku Ahmed Deedat sudah cukup untuk menunjukkan kesalahan agama Kristen, namun anda bisa melengkapinya dengan bacaan-bacaan lainnya, misalnya karya Dr. Mohammad Atour Rahim, yang berjudul Misteri Yesus dalam Sejarah (terj). Menurut saya, buku ini sangat bagus untuk menjelaskan kesalahan mendasar ajaran Kristen, sebab di dalam buku itu dituturkan tentang inkripsi Qumran yang isinya banyak berseberangan dengan Injil modern. Anda juga bisa membaca buku Taarikhul Injil wal Kanisah, (Sejarah Injil dan Gereja, edisi terj).

Langkah pertama, anda bisa memberikan buku-buku yang mengkaji dan mengkritik ajaran Kristen dari sisi pandang Islam kepada teman anda tersebut. Jika ia gemar membaca buku, maka langkah ini akan sangat efektive untuk mempengaruhi pikirannya. Setelah ia membaca buku itu, maka ajaklah ia berdiskusi mengenai isi buku itu. Misalnya, berikan kepada teman anda itu, buku Misteri Yesus dalam Sejarah. Setelah selesai membaca, ajaklah ia untuk mendiskusikan apa yang ia baca. Anda harus bisa meluruskan pemahaman-pemahaman teman anda itu, tatkala berdiskusi dengannya, agar interpretasi dirinya terhadap Islam dan Injil benar.

2. Tentang penebusan dosa. Penebusan dosa (kifarat) bermakna bahwa al-masih telah mati disalib untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Dengan demikian, mereka menyakini bahwa al-Masih adalah penyelamat.

Ajaran Kristen menyakini bahwa setiap manusia yang terlahir di dunia berdosa. Dosa ini merupakan dosa warisan dari Nabi Adam dan Hawa. Doktrin ini bisa dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut. Sesungguhnya, orang Kristen percaya bahwa amal shaleh (perbuatan baik) merupakan penentu bagi selamat atau tidaknya manusia. Namun mereka memiliki keyakinan bahwa jika Allah menerima taubat seseorang karena RahmatNya, maka ini akan bertentangan dengan KeadilanNya. Karena manusia sudah terlahir dalam keadaan dosa, maka manusia harus dihukum, bukan diampuni. Jika Allah mengampuni manusia berarti Allah menafikan sifat Keadilan yang mengharuskan DiriNya menghukum manusia. Walhasil, Rahmat Tuhan akan bertumbukan dengan Keadilan Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan mengorbankan al-Masih (yang bebas dari dosa) untuk menebus seluruh dosa anak manusia.

Paham ini memberi konsekuensi keyakinan, bahwa tidak ada yang terbebas dari dosa selain Isa al-Masih. Bahkan, Nabi-nabi yang terlahir di dunia ini tidaklah terbebas dari dosa (bandingkan dengan doktrin dosa warisan).

Keyakinan ini terbantah oleh kenyataan-kenyataan berikut ini:

Pertama, di Injil sendiri dinyatakan bahwa ada orang-orang tertentu yang bebas dari dosa (ma’shum).

Di dalam Lukas 1:15, 66, 80, Markus 6:20 dan 1:4, dinyatakan bahwa “Yohannes adalah manusia ma’shum, penuh dengan Roh kudus mulai dari rahim ibunya. Ia adalah orang suci dan takwa kepada Allah.”

Habil, anak nabi Adam juga merupakan manusia yang ma’shum, takwa dan terpercaya. [lihat Matius, 23:35; Ibrani 11:4].

Daniel juga orang yang penuh dengan Roh para dewa yang kudus [lihat Daniel 4:8 dan 6;21-22]. Masih banyak keterangan lain yang termuat di dalam Injil dan Taurat yang menyebutkan orang-orang yang ma’shum dan suci.

Walhasil, doktrin penebusan dosa oleh Yesus justru bertentangan dengan Injil sendiri. Sebab, ada orang selain Yesus yang terlahir dalam keadaan ma’shum. Jika Yesus dilahirkan untuk menebus dosa seluruh manusia –karena manusia itu (menurut pandangan Kristiany) telah memikul dosa–, tentunya seluruh manusia selain Yesus bukanlah orang ma’shum. Namun, Injil sendiri malah menyebut orang-orang yang ma’shum. Walhasil, doktrin penebusan dosa malah bertentangan dengan ajaran Injil sendiri.

Kedua, doktrin penebusan dosa menyakini bahwa Yesus lahir untuk menebus dosa dan memikul dosa seluruh umat manusia. Al-Masih mati disalib untuk menyelamatkan orang yang percaya kepada penyalibannya. Akan tetapi, Injil sendiri malah membantah pandangan ini.

“Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah anak dihukum karena ayahnya; setiap orang harus dihukum karena dosanya sendiri.”[Ulangan 24:16]

“Tertulis dalam taurat, yakni kitab Musa, di mana Tuhan telah memberi perintah: “Janganlah ayah mati karena anaknya, janganlah juga anak mati karena ayahnya, melainkan seorang harus mati karena dosanya sendiri.”[II Tawarikh 25:4]

“Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: “Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap orang yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.”[Yeremia 31:29-30]

“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya.”[Yebezkiel 18:20-22]

“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.”[Yebezkiel 18:4]

Ayat-ayat di atas merupakan bukti bahwa setiap orang itu berdosa karena perbuatannya sendiri. Tidak ada dosa yang dipikul oleh seorang anak karena kesalahan bapaknya. Walhasil, ayat-ayat ini malah menghancurkan doktrin penebusan dosa.

Ketiga, Umat Masehi yakin bahwa, dosa yang dilakukan Adam pindah kepada anak keturunannya. Dosa itu diwariskan kepada anak-cucunya melaui nutfah ayah. Oleh karena itulah, al-masih dilahirkan tanpa ayah, agar tetap terpelihara dari bekas-bekas dosa warisan tersebut.

Keyakinan semacam ini justru bertentangan dengan Injil sendiri. Kitab suci telah menyatakan bahwa Adam dan Hawa telah makan buah dari pohon larangan itu. Dengan demikian, keduanya sama-sama bergelimang dosa. Bahkan, dosa Hawa jauh lebih besar. Sebab, dialah yang memulai dan membujuk Adam [lihat Kejadian 3:6]

“Lagi pula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.”[I Timotius 2:14]

Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama sudah mengatakan bahwa, perempuan itulah yang menyebabkan dosa pertama. Filsafat masehi juga berpendapat bahwa perempuanlah yang menyebabkan terjadinya dosa awal dan seluruh umat manusia memikul beban dosa itu melalui nutfah laki-laki akibat dosa pertamanya. Lantas, kita bisa mengajukan pertanyaa, ‘Tapi mengapa Isa-Masih harus dikecualikan dari dosa warisan itu, padahal dia dilahirkan oleh perempuan yang menyebabkan terjadinya dosa pertama?

Demikianlah, anda sudah kami jelaskan mengenai doktrin penebusan dosa.

3. Doa agar dimudahkan mendapatkan hidayah. Allahummaj’alhum minal muhtadiin, wa yassirhum fi taqabbul dakwatika wa diinika, wa hidayatika, birahmatika ya arhamarraahimiin. “Ya Allah, jadikanlah mereka bagian dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, dan mudahkanlah mereka dalam menerima seruanMu, agamaMu, dan hidayahMu. Dengan rahmatMu kabulkanlah doa’ku Ya Maha Pengasih.

4. Untuk doktrin trinitas sudah pernah dijelaskan pada Tanya jawab sebelumnya. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]

Leave a Reply