Seputar Yesus, Jin, Dan Lain-lain

hayatulislam.net – Soal: Saya ingin mengetahui mengenai:
1. Mengenai masalah jin siapa saja yang dapat dirupa-rupa oleh jin dan siapa saja yang tidak dpt dirupa-rupa oleh jin, apakah orang kristen yang mengaku telah melihat Yesus kemungkinan besar adalah jin yang menyerupai Yesus. Trus bagaimana tentang berita mengenai orang yang meninggal dan menjadi roh penasaran. Apakah roh-roh itu hanya jin, dan apakah orang yang taat beribadah masih bisa di serupai jin?

2. Saya pernah dengar bahwa Allah SWT akan memberi ganjaran pada kita walau kebaikan yang kita lakukan hanya sebesar biji sawi. Trus bagaimana kalau yang memberikan kebaikan itu orang non muslim, mengingat kedudukanya sebagai orang yang musrik.

3. Bagaimana kedudukan orang yang pada waktu kecilnya dia beragama Islam dan kemudian dia berganti agama kristen (perlu diketahui pindahnya masih SD atau belum baligh).

4. Allah SWT memberikelebihan pada orang selain Islam (kristen) sperti kesembuhan yang sepertinya benar-benar ajaib dan nyata. Yang mungkin hal ini merupakan penarik bagi umat lain untuk masuk agama mereka. Apakah kekuatan mereka berasal dari Allah SWT kita atau dari mereka sendiri?

5. Apakah benar setelah manusia menebus dosa dalam neraka nantinya Allah akan mencari secercah iman dari mereka yang kemudian dimasukkan ke dalam surga (imanya yaitu hanya mengucap shahadat 1 kali dalam hidupnya, dengan sepenuh hati). Apa itu benar?

6. Apa hukum bagi wanita yg sedang haid membaca al-Qur’an, bolehkah kita memegang al-Qur’an, bolehkah kita masuk masjid, bagaimana klau masuk masjid untuk menghadiri perkuliahan, bagaimana cara kita berdoa pada Allah ketika haid, haruskah kita berdoa di tempat shalat, atau bolehkah dilakukan di sembarang tempat, tata caranya bagaimana? Bolehkah berdoa menggunakan ayat kursi, surat an-Nas, surat al-Fatihah dan lain-lain.

7. Saya pernah baca bahwa rasul membenci kita membunuh binatang, dan rasul pun memperingatkan ketika ada sahabatnya yang membakar sarang semut. Trus bagaimana hukumnya kalau kita memberikan binatang sebagai makanan binatang lain (ikan dikasi cacing/udang, burung di kasih jengkerik), trus apakah kita boleh membunuh semut yang menganggu, dan hewan-hewan lain(cicak, nyamuk, kadal, ulat) dan lain-lain?

Jawab: 1. Yang tidak bisa diserupai oleh Jin adalah Rasulullah Saw. Sedangkan nabi-nabi yang lain tidak ada keterangan yang pasti dari Rasulullah Saw, sehingga sikap kita adalah berdiam diri dan tidak usah menyibukkan diri membahas sesuatu yang memang tidak ada keterangan yang pasti.

Jika ada orang Kristen mengaku bertemu dengan Yesus, pertanyaannya adalah apakah benar yang ditemuinya dalam mimpi itu Yesus, sedangkan dirinya belum pernah ketemu dengan Yesus? Apakah benar bahwa wajah Yesus seperti yang disebut di dalam gambar-gambar dan salib tersebut? Apakah ada foto otentik yang menjelaskannya? Tentunya, umat Kristen tidak boleh percaya begitu saja apabila ada orang mengaku melihat Yesus, sebab, orang tersebut belum pernah melihat Yesus. Apakah kain kafan Turin bisa dipercaya itu sebagai Yesus. Saya katakan, tidak bisa dipercaya. Sebab, Nabi Isa as tidak disalib dan dikain kafani, akan tetapi ia diangkat oleh Allah SWT. Lantas, bagaimana mungkin yang dikafani itu adalah Yesus, sedangkan Yesus sendiri diangkat langsung oleh Allah SWT, saat terjadinya penangkapan oleh tentara Romawi. Bahkan, yang ditangkap itu adalah Yudas Iskariot, bukan Yesus. Jika ini dijadikan acuan, berarti yang ada di salib-salib kristen sekarang ini bukanlah Yesus, tapi Yudas Iskariot.

Menurut keyakinan Islam, orang yang meninggal berada di alam sendiri. Ia tidak bisa kembali ke dalam kehidupan dunia. Kepercayaan bahwa ada roh gentanyangan, penasaran dan sebagainya adalah kepercayaan syirik. Jika ada wujud yang menyerupai si mati, maka sesungguhnya itu adalah jin yang menyamar yang ingin menggoda dan menyesatkan keimanan manusia. Orang yang taat beribadah –selama itu bukan Nabi Mohammad Saw- bisa diserupai oleh Jin.

2. Perbuatan yang dilakukan oleh orang kafir tidak bernilai sama sekali di sisi Allah SWT. Ia tidak akan pernah mendapatkan ganjaran atas perbuatan baiknya. Sebab, ia telah ingkar terhadap Allah SWT. Pengingkarannya telah menjadikan dirinya tertutup untuk mendapatkan pahala. Dalam surat al-Nur dituturkan bahwa perbuatan orang kafir itu bagaikan fatamorgana, seakan ada tapi sesungguhnya tidak ada. Sedangkan, yang diamaksud dalam ayat tersebut , adalah pahala bagi orang-orang beriman dan muslim.

3. Dirinya tetap dalam kekafiran. Sedangkan kemurtadannya tidak dikenai hukuman bunuh, sebab, dilakukan ketika dirinya belum baligh (masih kecil). Sebab, orang yang murtad dalam Islam dijatuhi hukuman mati.

4. Sebenarnya, yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Perantaranya bisa melalui orang Kristen, orang kafir, maupun muslim. Seorang dokter Kristen bisa mengobati pasien yang sakit berdasarkan ilmu-ilmu medis. Akan tetapi yang menyembuhkan penyakit tersebut adalah Allah SWT. Sedangkan manusia diperintahkan untuk berikhtiar dengan cara berobat secara medis. Sedangkan dalam Islam, berobat kepada siapapun boleh asalkan sesuai dengan ajaran Islam.

5. Setahu saya benar. Selama di dalam diri orang tersebut masih ada keimanan kepada Allah, maka ia akan tetap masuk ke surganya Allah. Tetapi, syahadat yang diucapkan sesorang bisa gugur oleh beberapa hal. Salah satunya, murtad, melanggar hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip aqidah dan syariat Islam. Jika demikian, sesungguhnya dia adalah kafir yang merasa dirinya muslim. Orang semacam ini juga kekal di dalam neraka Jahannam.

6. Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menyentuh atau memegang mushhaf al-Qur’an. Sedangkan membaca al-Qur’an tapi tidak memegang mushhaf diperbolehkan. Ia juga dilarang masuk ke dalam masjid, dengan alasan apapun, termasuk kuliah (emangnya ada kuliah di dalam masjid). Kalo ada, maka harus dipasang pengeras yang bisa terdengar dari luar masjid, sehingga wanita yang haid bisa mengikuti pelajaran kuliah. Prinsipnya dia boleh berdoa di mana saja, asalkan tidak di tempat-tempat yang dilarang, misalnya WC, atau di dalam masjid (ketika ia haid).

7. Ada perbedaan antara menganiaya dengan memanfaatkan binatang. Menganiaya binatang dilarang dalam agama apapun. Tetapi memanfaatkannya diperbolehkan, misalnya, kita menyembelih ayam untuk kita makan, bukan untuk dianiaya. Termasuk juga memberi makan ayam dengan cacing dan sebagainya. Binatang yang mengganggu kita boleh dibunuh. [Tim Konsultan Ahli Hayatul Islam (TKAHI)]

Leave a Reply