Terlarangkah Ucapan Shadaqallahul ‘Azhiem Setelah Selesai Membaca Al Quran?

Tidak jarang terjadi polemik ditengah umat terhadap perkara-perkara khilafiah. Termasuk yang cukup populer mengenai status boleh tidaknya mengucapkan kalimat shadaqallahul adhiem setelah selesai membaca Al Quran. Ada yang bilang itu sesuatu yang tidak pernah Nabi contohkan, ada yang membolehkannya. Sebetulnya, seperti apa hukum membaca kalimat tashdiq setelah selesai baca Quran tersebut? Simak artikel berikut ini. (Gambar dan link kami tambahkan *red)

=================

Soal :

Bagaimana hukum membaca shadaqallahul ‘azhiem setelah selesai membaca Al-Qur`an? Saya tidak menemukan haditsnya dan juga sering ditanya orang tentang hal itu. (Muhammad Ali)

 Jawab :

Sejauh pengetahuan kami, tidak ada ayat Al-Qur`an dan hadits Nabi SAW yang secara khusus memerintahkan ucapan shadaqallahul ‘azhiem selesai membaca Al-Qur`an. Namun demikian, hukumnya boleh, sebab ucapan tersebut hanyalah ungkapan untuk mengagungkan (ta’zhim) dan membenarkan (tashdiq) Al-Qur`an. Ucapan ini termasuk dalam adat kebiasaan (‘urf) yang tidak bertentangan dengan syara’, sehingga boleh diamalkan.

Gambar Mushaf Al Quran

Ucapan shadaqallahul azhiem berarti “Maha Benar Allah Yang Maha Agung [dengan segala firman-Nya]”. Mengucapkannya selesai membaca Al-Qur`an adalah boleh, karena merupakan salah satu cara untuk mengagungkan (ta’zhim) dan membenarkan (tashdiq) Al-Qur`an. Kebolehan ini berdasarkan dalil-dalil umum berikut ini, antara lain :

Pertama, firman Allah SWT (artinya) :

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS Al-Hajj [22] : 32)

Ayat ini menunjukkan keharusan mengagungkan syiar-syiar Allah. Yang dimaksud syiar-syiar Allah (sya’aa-irullah) adalah tanda-tanda agama Allah (a‘laamu diinillah), termasuk Al-Qur`an (Lihat Al-Habib Abdullah bin Husain, Is’adur Rafiq, II/11-12). Dengan demikian, mengagungkan Al-Qur`an (ta’zhim Al-Qur`an) termasuk dalam perbuatan mengagungkan syiar-syiar Allah yang merupakan tuntutan dalam agama Islam. Mengagungkan Al-Qur`an bisa dilakukan dengan perbuatan, misalnya meletakkan mushaf Al Qur`an di tempat yang bersih dan mulia, juga bisa dengan perkataan, misalnya dengan ucapan shadaqallahul azhiem.

Kedua, Nabi SAW bersabda,”Agama itu adalah nasihat. Kami [para shahabat] berkata,’Bagi siapa?’ Nabi SAW berkata,’Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi imam-imam kaum muslimin, dan umumnya kaum muslimin.” (HR. Muslim, dari Tamim Ad-Dary RA). Imam Nawawi dalam kitanya At-Tibyan fi Adab Hamalah Al-Quran, menjelaskan bahwa maksud “nasihat bagi Kitabullah (Al-Qur`an)” antara lain adalah mengimaninya, mengagungkannya (ta’zhimuhu), membacanya dengan baik, membenarkan segala isinya (tashdiq bimaa fiihi), dan mengamalkan hukum-hukumnya. (Lihat Imam Nawawi, At-Tibyan fi Adab Hamalah Al-Quran, dalam Syaikh Hasanain M. Makhluf, hamisy [catatan pinggir] kitab Tafsir wa Bayan Kalimat Al-Qur`an, hal. 544). Hadits ini juga menunjukkan keharusan mengagungkan dan membenarkan isi Al-Qur`an. Hal ini bisa dilakukan dengan beragam cara dan sarana, di antaranya dengan ucapan shadaqallahul azhiem.

 Dengan demikian, boleh hukumnya mengucapkan shadaqallahul ‘azhiem selesai membaca Al-Qur`an, berdasarkan dalil-dalil umum di atas, sebagai salah satu cara untuk mengagungkan Al-Qur`an atau membenarkan segala isi Al-Qur`an.

Namun tentunya, tidaklah cukup mengagungkan dan membenarkan Al-Qur`an hanya dengan mengucapkan kalimat shadaqallahul ‘azhiem. Apa artinya kita selalu mengucapkan kalimat itu tapi di saat yang sama kita tidak mengamalkan hukum-hukum Al-Qur`an, dan malah mengamalkan hukum-hukum thaghut (hukum kafir) warisan penjajah? Camkan dan renungkan.

Yogyakarta, 25 Maret 2005

 Muhammad Shiddiq Al-Jawi

===========================

Simak juga hukum islam yang lain:

  1. Hukum Haji Dengan Uang Korupsi
  2. Hukum Asuransi Syariah
  3. Hukum Menggugurkan Janin Cacat

Kami ucapkan banyak rasa terimakasih sudah membaca artikel yang membahas hukum membaca kalimat shadaqallahul adziem setelah selesai membaca Al Quran dalam Islam. Tetap semangat dalam mencari ilmu syari. Jika dirasa bermanfaat, silahkan share tulisan ini di berbagai platform social media Anda. Jazakumullah khair.

 

 

Leave a Reply