Hukum dan Adab Debat Untuk Muslim

Adanya beragam aliran di dalam Islam baik itu dalam wadah organisas ataupun mazhab maka akan memperbesar jurang perbedaan di dalam islam. Belum lagi adanya ajaran Islam yang diselewengkan oleh sebagian oknum kaum muslim. Hal ini menimbuulkan polemik di kalangan kaum muslim. Karena itu sebaiknya kamum muslm mengetahui hukum dan adab debat untuk menangkal pengaruh buruk dari kaum perusak dengan melakukan perdebatan atau mendepat paham mereka.

Debat

Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, dalam mendiskusikan serta memutuskan masalah dan perbedaan yang timbul. Debat sebenarnya umum dilakukan ketika terjadi perbedaan pendapat, bahkan dalam hal agama seperti perbedaan dalam pengambilan hukum dan sebagainya.

Debat atau jidal di dalam Islam diperbolehkan apabila hal tersebut diperlukan karena dapat menjadi salah satu metode dakwah dalam Islam, namun debat adalah jalan terakhir dan perdebatan bukan dilakukan untuk mengawali dakwah karena mengawali dakwah harus melalui seruan yang baik.

Debat harus beradab. Sumber unsplash

Adab Debat Dalam Islam

Sebagai agama yang sempurna, Islam sudah sudah memberikan tuntunan dalam segala perbuatan, termasuk saat sedang melakukan debat. Dibawah ini adalah beberapa adab debat dalam islam :

1. Tidak membahas perkara yang tidak diperbolehkan

Ada hal-hal yang tidak boleh dibahas ketika berdebar dengan sesama muslim. Perkara yang dilarang untuk diperdebatkan, misalnya mendebat perkara Allah dan ayat-ayatnya, seperti yang terdapat dalam (QS. Ar-Ra’du : 13) :

“Dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia lah Tuhan Yang Maha Keras siksa-Nya.”

Dalam masalah agama, apabila penjelasan mengenai kebenaran tersebut sudah disampaikan dan diterima, maka dibolehkan untuk melanjutkannya. Namun jika ditolak, maka hendaklah segera tinggalkan perdebatan tersebut.

“Sesungguhnya orang yang paling dimurkai oleh Allah ialah orang yang selalu mendebat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mendebat yang dimaksudkan oleh hadits diatas adalah tidak boleh mendebat dengan cara yang batil atau tanpa ilmu. Selain itu dilarang mendebat sesuatu yang sepele dan sekiranya tidak perlu didebat.

2. Debat dengan cara yang baik

Debat harus berpedomankan pada Al-Qur’an dan Hadits, sebagaimana fungsi Al-Qur’an bagi umat manusia yaitu sebagai petunjuk. Berdebat harus menggunakan akal yang rasional, bukan prasangka buruk semata. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits berikut :

“Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Selain itu mendebat harus dengan cara yang baik, tidak kasar dan harus sesuai dengan konteks.

3. Mendebat ide

Tujuan debat adalah untuk menjatuhkan ide atau pendapat yang batil atau lemah, kemudian memberikan argumentasi bantahan yang benar dan akurat serta harus berdasarkan pada kajian hingga sampai pada suatu kebenaran. Jangan mengolok olok kehormatan.

4. Debat bukan sebagai hoby

Meskipun debat sebagai sarana dakwah namun bukan berarti bisa setiap saat mendebat orang tanpa alasan yang kuat. Orang yang suka menjatuhkan dirinya dalam perdebatan dengan tujuan hanya ingin mendapati dirinya menang, maka hilanglah keberkahan ilmunya.

5. Dilarang menggunakan perkataan buruk dan keji

Mendebat irang lain, meskipun mereka memiliki kesalahan namun tidak boleh menggunakan kata-kata kasar yang tidak mencerminkan akhlak terpuji dalam islam.

“Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.” (HR. Tirmidzi)

Karena debat itu hanya menimbulkan amarah, menyebabkan dengki yang merupakan salah satu penyakit hati menurut islam, serta menimbulkan celaan terhadap orang lain maka sebaiknya meninggalkan debat. Nabi Muhammad SAW. bersabda :

“Aku berikan jaminan rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dipihak yang benar. Dan aku menjaminkan sebuah rumah ditengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah dibagian teratas surge bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud)

6. Debat tidak untuk pamer ilmu

Debat yang tida sehat akan menjadikan dendam. Sumber unsplash

Melakukan debat jika hanya bertujuan untuk memamerkan ilmu pengetahuan yang dimiliki akan jatuh kepada sifat ujub. karena ujub dalam Islam termasuk perilaku dan sifat yang tercela, dan perbuatan pamer dalam islam tentu dilarang maka debat model seperti ini sebaiknya dihindari.

Itulah adab debat dalam Islam. Debat harus mengedepankan adab. Meskipun lulusan sekolah broadcasting atau sekolah komunikasi jika tidak mengedepankan adab maka debat hanya akan menimbulkan permusuhan dan menjadi perdebatan yang tidak sehat.

Leave a Comment