Cara Membeli Rumah Tanpa Riba

Dengan terus berkembangnya zaman dan sulit untuk dikendalikan membuat banyak hal bertentangan dengan hukum dalam syariat Islam. Tentunya kita sebagai umat muslim harus bisa memilah dan memilih mana yang dibenarkan dan tidak boleh untuk dikerjakan.

Dalam hal ini ada salah satu hal yang sulit untuk dihindari pada zaman sekarang dimana, hampir semua sistem dalam perekonomian menggunakannya yaitu, Riba. Sudah jelas riba merupakan hal yang harus bisa dihindari oleh umat muslim dari berbagai jenis sistem perekonomian yang menggunakannya.

Mengenal Riba dan Hukumnya

mengenal riba dan hukumnya
Ilustrasi riba, sumber: rumasaria.com

Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah peminjaman saat mengembalikan berdasarkan jumlah presentase dari jumlah pokok yang dibebankan kepada peminjaman. riba secara bahasa memiliki arti ziyadah atau tambahan. Adapun pengertian riba menurut Syekh Abu Yahya Al-Anshary didefinisikan sebagai berikut, yang artinya:

“Riba adalah suatu akad pertukaran barang tertentu yang tidak diketahui padanannya menurut timbangan syara’ yang terjadi saat akad berlangsung atau akibat adanya penundaan serah terima barang baik terhadap kedua barang yang dipertukarkan atau salah satunya saja.” (Syekh Abu Yahya Zakaria Al-Anshary, Fathul Wahâb bi Syarhi Manhaji al-Thullâb).

Jika melihat dari pengertiannya jelas terlihat bahwa riba merupakan suatu perbuatan yang tidak baik dimana, membebankan kepada peminjam dengan sebuah bunga yang dimana, mengembalikan jumlah pinjaman lebih dari apa yang dipinjam.

Dalam Islam mengajarkan untuk berbuat sesuai dengan syariat dan tutuntunan yang telah disampaikan oleh Allah SWT, sehingga apapun yang menyimpang atau tidak dibenarkan dalam syariat Islam dilarang untuk dikerjakan.

Baca juga: Hukum Memanfaatkan Barang Gadai (Rahn)

Para ulama telah bersepakat bahwa hukum Riba adalah haram dan hukum ini telah jelas lewat firman Allah SWT dalam al-qur’an surah Ali-Imran ayat 130 sebagai berikut yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu mendapat keberuntungan,” (Ali Imron ayat 130).

Di surah lain, Allah SWT juga menegaskan dan memberikan peringatan kepada umat muslim untuk bisa menghindari  riba. Sebagaimana yang telah disampaikan dalam al-qur’an surah Al-Baqarah ayat 278 sebagai berikut, yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman,” (Al Baqarah ayat 278).

Sehingga kita bisa simpulkan bahwa apapun kegiatan yang menyangkut dengan riba maka, sudah sepatutnya kita sebagai umat muslim untuk kita bisa meninggalkannya dan tidak ada tawar-menawar di dalamnya karena hukumnya telah jelas disampaikan.

Cara Membeli Rumah Sesuai Syariat dan Tanpa Riba

Harganya yang tidak murah baik dalam membeli atau membangunnya menjadikan rumah menjadi sarat dari kegiatan riba itu sendiri. Hal ini akan terlihat jika kita meminjam uang atau kredit rumah pasti ada yang namanya bunga, nah bunga itulah yang merupakan ribanya.

Dengan semakin berkembangnya pemahaman terkait riba banyak bank dan juga sistem perekonimian yang memudahkan kepada umat muslim untuk tetap aman dan terhindari dari riba. Sistem tersebut bernama Syariah merupakan tren pembayaran syariah yang mula meningkat seiring dengan mulai banyaknya masyarakat terutama umat muslin yang mulai menghindari bank dan kredit konvensional karena sistem bunga yang masih diterapkan.

Termasuk juga dalam sistem membeli sebuah hunian atau rumah. Sudah mulai banyak masyarakat muslim mencari akses pembelian atau pembangunan rumah dengan pembiayaan bebas dari riba. Inilah bentuk dari mulai sadarnya pemahaman masyarakat muslim bahwa dilarangnya kegiatan yang didalamnya terdapat riba.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa cita-cita dari setiap umat muslim adalah kematian khusnul khatimah. Jadi untuk bisa menggapai cita-cita tersebut caranya yaitu, dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauh apa yang telah dilarang oleh Allah SWT.

Tak perlu khawatir berikut ini cara membeli sebuah rumah sesuai dengan syariat dan terbebas dari riba diantaranya:

1. Bayar Penuh atau Tunai

membayar dengan cash
Pembayaran cash, sumber: happinest.id

Hal ini bisa dilakukan jika Anda sudah memiliki tabungan yang cukup untuk membeli rumah secara tunai. Biasanya tabungan ini merupakan tabungan khusus yang telah diniatkan untuk membeli rumah, sehingga ketika tabungannya sudah cukup bisa melakukan pembelian secara tunai tanpa harus melakukan kredit atau peminjaman uang.

Caranya Anda bisa mulai menabung dengan menyisahkan 30 % dari penghasilan setiap bulan dan bisa juga menyisahkan pemasukan lainnya diluar hasil dari pekerjaan utama. Hal ini dimaksudkan agar Anda bisa membeli rumah dalam jangka waktu cepat dan tidak memerlukan waktunya yang cukup lama untuk dapat membeli rumah.

2. Tunai Bertahap

Tentunya dalam membeli sebuah rumah ada yang ingin membelinya dalam waktu dekat atau sudah sangat membutuhkan rumah sehingga, untuk melakukan pembelian dengan cara tunai akan sangat sulit dan akan menunggu dengan waktu yang lebih agar tabungannya cukup untuk membeli.

Cara tunai bertahap bisa menjadi jalan keluar bagi Anda dari permasalahan pembelian rumah secara tunai, dimana Anda bisa melakukan pembayaran tunai secara bertahap (cash installment). Tentunya dengan adanya akad atau perjanjian diawal antara Anda dengan pihak pegembang (developer) dalam kesepakatan wkatu pembayaran yang harus dilakukan sampai lunas.

3. Skema KPR Syariah

Seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa dengan terus meningkatnya pemahaman tentang riba, sehigga dalam sistem KPR rumah juga sudah ada yang menerapkan sistem syariah. Contoh rumahnya seperti rumah subsidi di Serang jadi bagi Anda yang ingin membeli rumah dengan sistem KPR dan terhindar dari riba cara ini bisa dilakukan.

Saat ini sudah banyak perbankan yang menghadirkan sekema KPR Syariah, baik pihak bank yang dikelola oleh swasta dan juga pemerintah. Tinggal Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemudahan yang ditawarkan.

Sesuai dengan namanya KPR Syariah memberlakukan peraturan yang terbebas dari riba karena program ini berlandaskan dengan sayriat Islam. Meski demikian, sebagian umat muslim menganggap bahwa KPR syariah dan bank syariah belum murni memenuhi syariat Islam dan masih memiliki unsur riba. Jadi Anda juga perlu cermat juga dengan berbagai proses dan sistem KPR yang ditawarkan.

Baca juga: Komisi dalam Transaksi Model MLM, Bolehkah dalam Islam?

4. Buat Rencana Keuangan

finance planning
Membuat sebuah rencana, sumber: rumah.gardencenter.co.id

Dengan perencanaan keuangan yang baik dan tepat tentunya harapan Anda ingin memiliki rumah bisa tercapai baik dalam waktu dekat atau waktu yang telah direncanakan.

Perancanaan keuangan yang tepat sangat penting saat membeli rumah. Cara dalam melakukan perencanaan tersebut Anda harus bisa menyisahkan penghasilan yang dimiliki untuk ditabung dan memperhatikan pengeluaran per bulan secara rinci baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Adanya perencanaan yang baik tentunya akan membantu untuk mengetahui secara pasti berapa minimal jumlah yang harus ditabung untuk bisa mencapai target atau perencanaan yang telah dibuat. Untuk mencapai itu semua Anda harus bisa konsisten dan juga disiplin dalam menjalani perencanaan untuk membeli rumah yang telah dibuat, ketika Anda tidak bisa melakukanya hal sebaliknya yang akan didapatkan yaitu, semakin sulit untuk membeli rumah.

Itulah beberapa cara untuk dapat membeli rumah sesuai dengan syariat dan terhindar dari riba. Semoga bisa bermanfaat  bagi Anda yang sedang merencanakan atau ingin membeli rumah dan Terimakasih telah membaca.

Leave a Comment