Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/anaksho1/public_html/wp-includes/functions.php on line 6085
Cara Mendidik Anak Tanpa Emosi (Penting) - Dalam Islam, Gapai Ketaqwaan

Cara Mendidik Anak Tanpa Emosi (Penting)

Menjadi orang tua panutan dan berstatus muslim, hendaknya selalu memperhatikan apa saja yang kita lakukan kepada sang buah hati. Karena dalam ajaran Islam telah dijelaskan, bahwasanya segala amal perbuatan yang kita lakukan terhadap sang anak akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat. Bahkan sikap dan perilaku kita terhadap sang anak, juga akan mempengaruhi kondisi psikis sang anak.

Lalu bagaiamana jika kita mudah emosi dalam mendidik anak? Langkah tepat apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal demikian? Untuk menjawab hal ini, mari kita simak ulasan artikel di bawah ini.


Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang dirahmati Allah, anak saya laki-lak usia 4 tahun, sekarang lagi bandel-bandelnya. Suatu saat saya memarahi dia sepuasnya, karena kelakuannya yang bikin saya malu saat ada tamu. Karena saking marahnya, saya sampai mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan, sempat menyumpahi. Mungkin karena saya kurang sabar ya Bu, dan terlalu capek. Saya sekarang sedang hamil 7 bulan, dan harus mengasuh 2 kakaknya yang masih balita. Belum lagi kegiatan saya yang lainnya, mengajar dan kuliah. Akhirnya saya menjadi gampang sekali emosi ketika menghadapi anak-anak. Anak-anak jadi korban, dan membuat mereka lebih dekat dengan ayahnya. Apa yang semestinya saya lakukan. Jazakillah untuk nasihatnya.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Hamba Allah

Tegal

Jawaban:

Wa’alaikumsalam Wr.Wb.

Ibunda yang baik,

Selaras dengan tumbuh kembangnya, pada anak balita biasanya akan mulai terjadi perubahan-perubahan perilaku. Di antaranya adalah muncul sikap penolakan anak terhadap lingkungan sosialnya. Saat keakuan anak-anak ini mulai muncul, mereka mulai ingin membedakan dirinya dengan orang lain. Pada saat itu pula, si kecil mulai mencoba keinginannya sendiri.

Anak adalah titipan dan amanah dari sang Maha Pencipta, foto: unsplash.com
Anak adalah titipan dan amanah dari sang Maha Pencipta, foto: unsplash.com

Perubahan-perubahan ini yang lantas dipersepsi oleh para orang tua bahwa anak menjadi  mulai sulit diatur atau keras kepala, bandel, maunya sendiri dan sebagainya, yang tidak jarang kemudian sering menimbulkan kerepotan dalam memperlakukan mereka. Kondisi demikian ini, Insya Allah akan mereda seiring dengan bertambahnya usia, berkembangnya kemampuan berpikir dan kemampuan lainnya.

Ibunda yang baik,

Terkadang emosi kita memang akan ikut terpancing saat menghadapi anak yang “bandel”, suka bertingkah terutama kalau sedang ada tamu. Menahan emosi (kemarahan) memang tidak mudah. Tapi sebagaimana tabiatnya, bahwa emosi adalah bagian dari naluri, maka saat keinginan untuk marah itu muncul tidak harus dipenuhi. Tapi bisa dialihkan atau ditunda (ditahan).

Baca Juga: Jika Anak Susah Diarahkan, Berikut Tips dan Penjelasannya

Anda harus bisa menakar dan memahami kadar emosi Anda sendiri, pada saat kapan dan situasi seperti apa biasanya muncul. Sehingga Anda akan lebih mudah untuk mengontrol atau mengendalikannya. Luapan kemarahan hanyak akan berdampak buruk pada perkembangan perilaku anak. Bukankah anak balita banyak belajar dari apa yang mereka lihat dan dengar?

Rasulullah juga telah mengajarkan bagaimana semestinya memperlakukan anak-anak. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menciumi Hasan bin Ali dan di dekatnya ada Al-Arqa’ bin Hayis At-Tamimi sedang duduk. Ia kemudia berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka”. Rasulullah segera memandang kepadanya dan berkata: “Barang siapa tidak mengasihi, maka ia tidak akan dikasihi”. (HR. Bukhari)

Mendidik anak tanpa emosi, foto: majalahpama.my
Mendidik anak tanpa emosi, foto: majalahpama.my

Ibunda yang baik,

Mengasuh dan mendidik anak memang tugas utama ibu, tapi diperlukan juga kerja sama untuk meringankan tugasnya. Sekali waktu ayah membantu atau mengambil alih pekerjaan rumah dan anak-anak dengan mengajak orang-orang terdekat yang bisa diminta bantuannya.

Jika mempunyai anak yang relatif lebih besar, dapat ditanamkan pengertian pada mereka untuk ikut membantu mengelola tugas rumah tangga sehari-hari. Ajarkan prinsip kerja sama dan tanggung jawab sejak dini pada anak, agar ia terbiasa bersikap mandiri, berinisiatif dan dapat diandalkan.

Baca Juga: Tips Agar Anak Terikat pada Hukum Syara

Kelelahan yang sangat juga terkadang bisa menimbulkan stres, sehingga Anda gampang sekali marah. Anak-anak pun tak luput menjadi sasaran kemarahan Anda. Lakukan pemilihan aktivitas dengan cermat. Apalagi Anda saat ini sedang hamil. Kelelahan, ketidakstabilan emosi akan berefek buruk pada bayi dalam kandungan.

Ibunda yang baik,

Tingkatkan kesabaran Anda dalam menghadapi anak-anak. Jika tidak dengan kesabaran, bagaimana mungkin akan sanggup menghadapi setiap masalah anak-anak dengan baik dari sejak bangun tidur sampai tidur kembali. Sabar disertai dengan niatan ikhlas hanya semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT akan menjadi energi yang luar biasa. Maka, seberat apapun beban dan ujian yang diberikan lewat anak-anak, Insya Allah akan dapat dihadapi dengan ringan.

Mengajak dan menemaninya bermain, foto: unsplash.com
Mengajak dan menemaninya bermain, foto: unsplash.com

Selain sabar, bertawakallah pada Allah SWT. Tak ada masalah yang tidak ada penyeselesaian. Begitu pula dengan persoalan anak-anak. Dan jangan lupa, berdoalah selalu minta bantuan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah anak-anak. Kadang kita sudah berusaha optimal untuk memperlakukan dan memberikan yang terbaik. Tetapi sejatinya hanya Allah jualah yang membukakan mata, hati dan pikiran anak-anak kita untuk mau mengerti seperti yang kita inginkan.


Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul “Cara Mendidik Anak Tanpa Emosi (Penting)”. Kami dari anaksholeh.net telah menambahkan gambar, link, featured image, perbaikan alenia, perbaikan pada judul dan pemberian pembuka serta penutup agar lebih menarik. Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan share melalui sosial media. Jazakumullah khair.

Catatan kaki:

Sumber : Tabloid MU edisi 103