Ketika akan bepergian dan menempuh jarak yang jauh, selain mempersiapkan segala barang bawaan, umat Muslim juga sebaliknya memahami terlebih dahulu tata cara shalat di mobil demi bisa menjaga ibadah wajibnya. Ya, melaksanakan ibadah shalat ketika sedang berada di rumah dengan ketika sedang dalam perjalanan memang berbeda.
Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga selalu memberikan kemudahan bagi hamba-Nya yang senantiasa beriman. Bagi Anda yang sedang menyiapkan diri untuk bepergian, berikut beberapa tata cara shalat di mobil yang perlu diperhatikan.
Memahami Tata Cara Shalat di Mobil. Penting bagi Umat Muslim

Ketika akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, selain adab bepergian dalam Islam, hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah di mana dan bagaimana shalatnya nanti. Mengingat shalat lima waktu merupakan ibadah fardhu ain yang tidak boleh ditinggalkan setiap harinya.
Agar tak lagi bingung, berikut beberapa tata cara shalat di mobil yang perlu Anda ketahui.
- Shalat di mobil bisa dilakukan dengan duduk. Lalu membaca niat dan takbiratul ihram
- Posisikan tangan bersedekap seperti sedang shalat dengan berdiri. Lalu membaca doa iftitah, surat Al Fatihah, dan surat pendek seperti biasa
- Melakukan ruku’ dengan menundukkan kepala sedikit dan membaca doa ruku’ seperti biasa
- Lalu i’tidal dengan mengangkat kembali kepala dengan punggung yang lurus, lalu membaca doa i’tidal seperti biasa
- Lalu untuk sujud, silahkan bungkukkan kepala dan badan lebih jauh dibandingkan dengan ruku’, lalu membaca doa sujud seperti biasa
- Sedangkan untuk duduk diantara dua sujud, Anda hanya perlu duduk tegak seperti duduk pada umumnya, lalu membaca doa duduk di antara dua sujud
- Sedangkan tata cara shalat di mobil yang terakhir adalah dan duduk tahiyat bisa dilaksanakan dengan duduk seperti pada umumnya ketika sedang berduduk di kursi, lalu letakkan kedua telapak tangan di atas paha. Terakhir tinggal salam seperti biasa.
Cara Bersuci Ketika dalam Kendaraan

Ketika akan menempuh perjalanan cukup jauh, salah satu tips mudik lebaran yang juga perlu diketahui adalah bagaimana wudhu atau bersuci ketika akan shalat di dalam kendaraan nanti. Hal ini tentu penting demi menghindari rasa bingung dan merasa tidak yakin.
Beberapa sumber menyebutkan, jika memang dirasa menyulitkan, maka umat Muslim yang sedang dalam perjalanan dibolehkan bersuci dengan cara tayamum saja. Secara sederhana, tayamum adalah cara bersuci menggunakan debu yang terlihat. Cara bertayamum sendiri juga tidak terlalu sulit.
Tepukkan telapak tangan pada permukaan yang terdapat debu namun jauh dari najis, misalnya pada sandaran tempat duduk, kaca. atau yang lainnya. Lalu usapkan telapak tangan tadi pada bagian tubuh seperti halnya Anda sedang berwudhu.
Untuk bertayamum, mulailah dengan membaca bismillah dan niat. Lalu, setelah menepuk debu, tiup dulu kedua telapak tangan agar debunya tidak terlalu tebal dan membuat Anda merasa tidak nyaman.
Jika sudah, usapkan kedua telapak tangan tersebut pada wajah dan tangan. Ketika tayamum, Anda tidak diwajibkan melakukannya sebanyak tiga kali seperti sedang berwudhu, melainkan satu kali usapan saja sudah cukup.
Bagaimana Kiblat Ketika Shalat di Dalam Mobil?
Salah satu hal yang sering mendatangkan keraguan ketika akan shalat di dalam kendaraan adalah kiblatnya. Seperti yang diketahui, arah kiblat umat muslim mengikuti letak Ka’bah. Lalu, bagaimana jika Anda sedang berada di dalam kendaraan yang sedang melaju?
Menurut buku Masjid dan Perwakafan yang ditulis oleh Wawan Shofwan Sholehudin dan Zae Nandang, disebutkan bahwa kiblat untuk shalat disesuaikan dengan arah kendaraan saja. Hal ini juga merupakan salah satu kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya untuk melaksanakan ibadah shalat.
Hukum Mengerjakan Shalat Ketika dalam Perjalanan

Dari laman NU Online, disebutkan bahwa: “Shalat fardhu tidak boleh dilaksanakan di dalam kendaraan yang sedang berjalan secara mutlak karena menetap di dalam bumi menjadi salah satu syarat sah shalat. Akan tetapi, jika seseorang turun untuk bisa melakukan shalat, lalu khawatir terhadap keselamatan dirinya, hartanya, atau tertinggal rombongan yang akan membuatnya gelisah, maka seseorang boleh melaksanakan shalat fardhu di dalam kendaraan yang sedang berjalan dengan menghadap ke arah tujuannya, dilaksanakan dengan cara berisyarat dalam melakukan rukun fi’liyah dan wajib mengqodhonya”
Dengan pernyataan tadi, maka dinyatakan seseorang boleh untuk melaksanakan shalat di dalam kendaraan yang sedang berjalan. Asalkan selama tata cara shalat di mobil diperhatikan dengan baik dan ada alasan jelas mengapa seorang umat muslim tidak bisa melaksanakan shalatnya seperti biasa.
Nah, itulah beberapa hal berkaitan dengan tata cara shalat di mobil yang perlu Anda ketahui. Dengan beberapa informasi yang telah disebutkan tadi, diharapkan Anda tidak lagi memiliki keragu-raguan ketika akan menjalankan ibadah tersebut, atau bahkan sampai meninggalkan shalat dengan alasan bepergian jauh.
Saat melakukan perjalanan, khususnya ketika mudik atau bepergian bersama keluarga, penting juga untuk memilih kendaraan yang nyaman agar perjalanan terasa lebih tenang. Kendaraan yang lega biasanya membuat penumpang lebih mudah beristirahat selama perjalanan, sekaligus lebih fleksibel ketika ingin berhenti sejenak untuk beribadah.
Jika Anda bepergian bersama rombongan, menggunakan layanan seperti sewa hiace Jogja bisa menjadi salah satu pilihan. Selain kapasitasnya yang lebih luas, perjalanan juga terasa lebih nyaman dan Anda bisa lebih leluasa mengatur waktu berhenti ketika waktu shalat tiba. Semoga bermanfaat dan perjalanan Anda selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.