Ulasan Tentang Tata Cara Shalat di Mobil

Safar bisa dimaknai sebagai melakukan perjalanan atau bepergian baik dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan seperti mobil. Karena kondisi inilah ada keringanan ketika melaksanakan sholat. Sholat adalah kewajiban, namun ketika kondisi  tidak memungkinkan untuk shalat dengan cara normal maka di dalam Islam ada tata cara shalat di mobil yang bisa menjadi acuan setiap muslim.

Bolehnya Shalat di Mobil

Tata Cara Shalat di Mobil
Shalat adalah wajib. Sumber Medium

Karena anda di atas mobil, kemungkinan untuk shalat dengan sempurna yakni dengan posisi berdiri akan menjadi sulit. Karena itu, ada beberapa ketentuan yang harus di perhatikan ketika shalat di mobil:

Shalat wajib harus dilakukan dengan cara sempurna, yaitu dengan berdiri, rukuk, sujud, dan menghadap kiblat seperti shalat dalam keadaan normal. Jika anda bisa melakukannya, maka lakukan sholat tersebut dengan turun dari mobil dan melaksanakan shalat di pinggir jalan. Atau anda bisa juga melaksanakan diatas mobil degan posisi sempurna.

Akan tetapi jika tidak memungkinkan untuk turun dari kendaraan karena suatu hal seperti hujan maka anda tidak mungkin shalat sambil berdiri dan menghadap kiblat di luar kendaraan. Anda bisa menunda waktu sholat, tetapi hendaknya segera tetap melaksanakan shalat wajib jika:

  1. Khawatir keluar waktu shalat sebelum sampai di tujuan.
  2. Tidak memungkinkan baginya untuk menghentikan kendaraan sejenak untuk shalat karena hujan belum reda.

Dari Ya’la bin Murrah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

أن النبي صلى الله عليه وسلم انتهى إلى مضيق هو وأصحابه وهو على راحلته ، والسماء من فوقهم والبلة من أسفل منهم فحضرت الصلاة فأمر المؤذن فأذن وأقام ثم تقدم رسول الله صلى الله عليه وسلم على راحلته فصلى بهم يومئ إيماء يجعل السجود أخفض من الركوع

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabat berada di sebuah daerah yang sempit ketika safar dan beliau di atas kendaraan. Ketika itu turun hujan, dan suasana tanah becek di bawah mereka. Kemudian datanglah waktu shalat. Beliau memerintahkan muadzin untuk adzan dan iqamah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam maju dengan hewan tunggangannya dan mengimami mereka. Beliau shalat dengan isyarat kepala, dimana sujudnya lebih rendah dari pada rukuknya. (HR. Ahmad, dan Turmudzi).

Jika memang benar-benar tidak bisa shalat sambil berdiri diluar mobil maka bisa berdiri di dalam mobil. Jika hal ini tidak bisa dilakukan, maka cara shalat yang dibolehkan adalah duduk semampunya.

Dari Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صلِّ قائماً فإن لم تستطع فقاعداً ، فإن لم تستطع فعلى جنب

“Shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, sambil duduk, dan jika tidak mampu shalatlah sambil tiduran.” (HR. Bukhari 1117)

Jika di atas kendaraan mampu shalat sambil menghadap kiblat maka wajib shalat dengan menghadap kiblat, meskipun sambil duduk. Namun jika tidak memungkinkan menghadap kiblat, dia bisa shalat dengan menghadap sesuai arah kendaraan.

Allah berfirman,

لا يُكلف الله نفساً إلا وسعها

“Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sebatas kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Allah juga berfirman,

فاتقوا الله ما استطعتم

“Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun: 16).

Berbagai keringanan di atas hanya berlaku untuk shalat wajib dan untuk shalat sunah, boleh dilakukan dengan duduk dan tidak menghadap kiblat, meskipun dua hal itu bisa dilakukan.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma mengatakan,

أن النبي صلى الله عليه وسلم  كان يصلي التطوع وهو راكب في غير القبلة

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat sunah di atas kendaraan tanpa menghadap kiblat. (HR. Bukhari 1094)

Tata Cara Shalat di Mobil

  1. Duduk sesuai posisi normal orang naik kendaraan, punggung disandarkan di jok kursi, pandangan mengarah ke depan bawah.
  2. Takbiratul ihram, membaca surat dengan posisi seperti di atas.
  3. Rukuk dengan sedikit menundukkan badan.
  4. Bangkit i’tidal kembali ke posisi semula.
  5. Sujud dengan menundukkan badan yang lebih rendah dari pada ketika rukuk.
  6. Duduk diantara dua sujud dengan posisi duduk sempurna, seperti ketika takbiratul ihram.
  7. Gerakan yang lainnya sama seperti di atas.
  8. Ketika tasyahud mengacungkan isyarat jari telunjuk dan pandangan tertuju ke arah telunjuk.
  9. Salam, menoleh ke kanan ke kiri dalam posisi duduk.
Tata Cara Shalat di Mobil
Meskipun berkendara sholat tidak boleh ditinggalkan. Sumber Unsplash

Itulah ulasan mengenai tata cara shalat di mobil. Ketika anda menempuh perjalanan dengan mobi, pastikan anda tidak melalakan waktu shalat. Ada beberapa PO bus yang menyediakan waktu shalat bagi penumpangnya. Demikian pula penyedia jasa rental kendaraan seperti jasa sewa Elf Jakarta juga menyediakan kesempatan bagi penumpang untuk sholat di tempat yang layak.

.

Leave a Comment