Hukum Parfum yang Mengandung Alkohol Dalam Islam

Hukum Parfum yang Mengandung Alkohol Dalam Islam

Bagaimanakah hukum parfum yang mengandung alkohol dalam Islam? Perbedaan pendapat dikalangan ulama terjadi. Sebagian ada yang membolehkan, sebagian ada yang mengharamkan. Pada kesempatan kali ini akan disampaikan mengenai pendapat yang menyamakan cairan diberi alkohol seperti khamr, tentu disertai dengan dalil dari hadist Nabi Muhammad SAW. Tulisan ini berjudul asli “Parfum yang Mengandung Alkohol“, kami berikan gambar dan link artikel. Jika bermanfaat setelah membaca hukum parfum beralkohol dalam islam ini, silahkan share ke yang lain. Jazakumullah khair.

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum.

Saya ingin meminta penjelasan tentang hukum menggunakan parfum yang mengandung sebagian jenis alkohol? Dan semoga Allah memberikan berkah-Nya kepada Anda.

Jawab:

Wa ‘alaikum as-salam wa rahmatullah wa barakatuhu.

Berkaitan dengan parfum yang di dalamnya ada alkohol, maka hukum khamr berlaku di dalamnya. Hal itu karena Rasul SAW bersabda dalam apa yang telah dikeluarkan oleh imam Muslim dari Ibn Umar ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»

“Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram”

Rasulullah saw juga bersabda dalam hadits yang telah dikeluarkan oleh Abu Dawud dari Jabir bin Abdullah:

«مَا أَسْكَرَ كَثِيرُهُ، فَقَلِيلُهُ حَرَامٌ»

“Apa saja yang banyaknya memabukkan maka yang sedikitnya adalah haram”

Hukum Parfum yang Mengandung Alkohol Dalam Islam
Ilustrasi alkohol, sumber unsplash

Rasulullah saw telah menjelaskan zat cair yang disebut khamr. Maka setiap yang memabukkan, sedikit atau banyak, maka itu adalah khamr. Di sini ada peran penetapan realita (tahqiq manath) untuk mengetahui apakah parfum ini atau kolonyet dan semisalnya itu memabukkan seandainya diminum, sedikit ataupun banyak. Jika memabukkan maka itu adalah khamr dan berlaku atasnya hukum-hukum khamr dalam hal pengharaman terkait sepuluh kelompok sesuai hadits yang telah dikeluarkan oleh al-Hakim di al-Mustadrak dari Abdullah bin Abdullah bin Umar dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

«لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ، وَلَعَنَ سَاقِيهَا، وَشَارِبَهَا، وَعَاصِرَهَا، وَمُعْتَصِرَهَا، وَحَامِلَهَا، وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ، وَبَايِعِهَا وَمُبْتَاعَهَا، وَآكِلَ ثَمَنِهَا»

“Allah melaknat dalam khamr orang yang menuangkannya, orang yang meminumnya, orang yang memerasnya, orang yang diperaskan, orang yang membawakan, orang yang dibawakan, orang yang menjualnya, orang yang membelinya dan orang yang memakan harganya”

Dan menurut pendapat para ahli tentang pengaruh bahan alkohol yang dicampurkan ke zat cair, maka zat cair itu jika diminum menjadi memabukkan. Dan karena Rasul saw bersabda:

«كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ»

“Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram”

Karena itu, hukum-hukum khamr berlaku atas parfum yang dicampur dengan alkohol.

 

Saudaramu

Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah

21 Rajab 1434

31 Mei 2013

Sumber : ini

(Rangkaian Jawaban asy-Syaikh al-‘Alim ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Amir Hizbut Tahrir atas Berbagai Pertanyaan di Akun Facebook Beliau)

Jawab Soal Seputar Parfum yang Mengandung Alkohol
Kepada Firas Khbou

Tulisan terkait :

1. Parfum Beralkohol, Najiskah?

2. Hukum Islam Memanfaatkan Plasenta Untuk Obat.

3. Hukum Menggunakan Ganja Sebagai Penyedap Makanan