Umat muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan zakat. Biasanya, mereka akan mengeluarkan zakat pada saat mendekati Idul Fitri tiba. Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa jenis zakat, yakni zakat mal dan zakat fitrah.
Zakat yang wajib dan selalu dikeluarkan biasanya adalah zakat fitrah. Lalu, apa perbedaannya dengan zakat mal? Apakah semua umat muslim wajib mengeluarkan zakat mal seperti zakat fitrah?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari simak pengertian dan perbedaan zakat mal dan zakat fitrah berikut ini.
Pengertian Zakat dalam Agama Islam

Sebelum langsung membahas tentang zakat mal dan zakat fitrah, tentu akan lebih baik jika Anda memahami apa zakat itu sendiri. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilaksanakan bagi seluruh umat muslim yang mampu.
Tidak hanya persoalan hubungan antara manusia dan Tuhannya, zakat juga merupakan ibadah yang berhubungan dengan kesejahteraan manusia. Sebab, nantinya zakat yang dibayar tersebut akan dibagikan pada orang-orang yang tidak mampu dan golongan yang berhak lainnya.
Jika seorang muslim mampu untuk membayar zakat namun tidak melaksanakannya, maka akan menerima ganjaran dari Allah SWT pada saat hari pembalasan kelak. Sebagai umat muslim, tentu hal ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dan harus dihindari.
Mengenal Zakat Mal
Lalu, apa itu zakat mal? Zakat mal atau zakat harta merupakan zakat yang dikeluarkan dari harta atau barang-barang berharga yang Anda miliki. Contohnya emas, uang, perak, dan aset-aset lainnya.
Umat muslim yang diwajibkan mengeluarkan zakat mal adalah yang hartanya sudah mencapai atau melebihi batas minimal yang disebut dengan nisab selama satu tahun Hijriah. Untuk perak, nisabnya adalah 595 gram, sedangkan emas 85 gram atau 20 dinar.
Bagi sebagian orang seperti pengusaha, mengeluarkan zakat mal terkadang juga dianggap sebagai salah satu rahasia bisnis berkah milik mereka. Salah satu alasannya tentu karena Allah menjanjikan akan membalas satu kebaikan dengan banyak kebaikan.
Selain itu, karena penghitungan zakat mal ini harus teliti, banyak muzakki atau para pembayar zakat meminta bantuan pada ustadz atau orang pintar lainnya untuk menghitung zakat harta yang harus mereka bayarkan. Jika Anda termasuk yang masih sedikit bingung untuk menghitung zakat mal, maka tidak ada salahnya pula untuk meminta bantuan.
Mengenal Zakat Fitrah

Kini saatnya mengenal zakat fitrah, zakat yang paling umum dilakukan oleh umat muslim. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dibayarkan oleh semua umat muslim pada saat bulan Ramadhan atau mendekati Idul Fitri. Berbeda dengan zakat mal, zakat fitrah dibayar dengan makanan pokok seperti beras atau uang.
Jika ingin membayar dalam bentuk makanan pokok, maka jumlahnya sebanyak 3,5 liter atau 2,5 kg. Namun jika ingin membayar dalam bentuk uang, Anda hanya perlu menghitung harga dari bahan pokok tadi. Saat ini, untuk menyamakan persepsi, biasanya panitia pelaksana zakat sudah memberikan patokan harga dari zakat yang harus dibayar.
Jika tujuan dari zakat mal adalah menyucikan harta, maka tujuan dari zakat fitrah adalah menyucikan diri setelah berpuasa selama satu bulan. Tujuan lainnya adalah memberikan sedekah atau bantuan pada orang-orang kurang mampu di sekitarnya ketika hari raya Idul Fitri tiba, tidak jauh berbeda dengan salah satu tujuan dan keutamaan qurban.
Memahami Perbedaan Zakat Mal dan Zakat Fitrah
Nah, untuk memahami lebih jauh perbedaan antara zakat mal dan zakat fitrah, berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya menurut situs resmi Badan Amil Zakat Nasional.
1. Aspek Fungsi
Seperti yang sudah disinggung tadi, fungsi utama dari zakat fitrah adalah untuk menyucikan diri. Sedangkan zakat mal memiliki manfaat untuk membantu orang lain mengambil atau menyisihkan sedikit harta yang dimiliki.
2. Aspek Objek
Selanjutnya dilihat dari aspek objek yang dizakatkan. Pada zakat fitrah, objek yang dizakatkan adalah makanan pokok seperti gandum, beras, dan lainnya. Sedangkan objek yang dizakatkan pada zakat mal adalah barang berharga seperti perak, emas, uang, dan lainnya.
3. Aspek Waktu
Hal lain yang membedakan antara zakat mal dan zakat fitrah adalah waktu pelaksanaannya. Dimana, zakat mal bisa dilakukan kapan saja selama sudah mencapai nisab dan kepemilikannya sudah selama satu tahun Hijriah. Sedangkan zakat fitrah harus dilaksanakan pada saat mendekati hari raya Idul Fitri.
4. Aspek Kadar
Hal lain yang juga menjadi pembeda antara zakat mal dan zakat fitrah adalah kadar atau banyaknya. Kadar zakat mal bervariatif tergantung dari barangnya, namun biasanya sebesar 2.5% dari harta yang dimiliki.
Sedangkan, kadar zakat fitrah adalah sebesar 3.5 liter atau 2.5 kg bahan pokok. Saat ini, sudah ada banyak yang membayar zakat fitrah dengan uang. Besarannya biasanya sudah ditentukan oleh panitia zakat agar seragam.
5. Aspek Mustahik

Aspek terakhir yang menjadi pembeda adalah aspek mustahik atau penerima dari zakatnya. Zakat mal diberikan kepada golongan yang masuk ke dalam mustahik itu sendiri. Sedangkan zakat fitrah dibagikan kepada semua orang tidak mampu yang ada di lingkungan sekitar.
Nah, itulah beberapa perbedaan zakat mal dan zakat fitrah yang harus Anda pahami. Sebagai umat muslim, sudah sepatutnya Anda memahami hal-hal yang berhubungan dengan rukun Islam dan syariat, bukan hanya demi menjadi umat yang beriman dan taat, namun juga menjadi manusia yang berguna untuk orang-orang yang ada di sekitar.
Maha Besar Allah dengan segala firmanNya. Semoga bermanfaat.