Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/anaksho1/public_html/wp-includes/functions.php on line 6078
Mitos Dan Fakta Seputar Gigi Susu Anak Dalam Islam - Dalam Islam, Gapai Ketaqwaan

Mitos Dan Fakta Seputar Gigi Susu Anak Dalam Islam

Gigi susu merupakan gigi yang akan tumbuh pada anak sebelum tumbuhnya gigi tetap atau permanen. Pada umumnya gigi susu anak akan mulai tumbuh pada perkiraan usia yang sudah menginjak sekitar 8-12 bulan. 

Walaupun akan mengalami tanggal, gigi susu hendaknya senantiasa dirawat dengan selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting, karena kesehatan dan kebersihan gigi susu akan mempengaruhi pertumbuhan gigi yang selanjutnya.

Mitos dan Fakta seputar Gigi Susu Anak yang Perlu Diketahui

Seringkali para orang tua percaya akan mitos mengenai gigi susu pada anak yang kenyataan atau faktanya berbeda sehingga perlu adanya pemahaman bagi orang tua terhadap gigi susu pada anak supaya tidak salah kaprah kedepannya.

Berikut ini penjelasan mengenai mitos dan fakta seputar gigi susu anak yang perlu diketahui para orang tua.

1. Gigi Susu Anak tidak Perlu Perawatan

Banyak yang mengira bahwa gigi susu pada anak tidak perlu dirawat. Pada faktanya gigi susu tetap perlu perawatan yaitu dengan selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan gigi pada anak. Hal ini disebabkan karena hal tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi masa depan anak meskipun sejatinya gigi susu ini memiliki sifat yang sementara.

Gigi susu anak. Sumber Shutterstock
Gigi susu anak. Sumber Shutterstock

Gigi susu akan tanggal dengan sendirinya ketika buah hati memasuki usia 6-12 tahun dan akan digantikan dengan gigi yang memiliki sifat permanen. Walaupun memiliki sifat yang sementara, gigi susu memiliki peran yang sangat penting seperti membantu proses mengunyah makanan dan membantu ketika berbicara.

Selain itu gigi susu juga memiliki peran dalam menentukan struktur wajah, yaitu mengenai perkembangan rahang dan dapat menahan ruang bagi gigi dewasa untuk tumbuh dengan benar. 

Struktur gigi yang pertumbuhannya tidak rata atau berjejal biasanya disebabkan oleh adanya gigi susu yang hilang atau rusak ketika usia buah hati masih terlalu dini. Hal tersebut akan menyebabkan pergeseran.

Karenanya gigi dewasa tumbuh pada tempat kosong dan tidak sesuai maka menyebabkan struktur gigi tidak rata atau berjejal.

2. Tumbuh Gigi Bisa Membuat Anak Demam

Pada saat anak tumbuh gigi untuk yang pertama kalinya, mungkin anak akan mengalami demam dan merasa tidak begitu nyaman dengan kondisi tersebut. Namun hal itu tidak terbukti secara ilmiah bahwa tidak ada hubungan secara langsung antara tumbuhnya gigi susu pertama dengan peningkatan suhu tubuh atau demam.

Pada kenyataannya, tumbuhnya gigi susu yang pertama kali pada anak memang benar dapat meningkatkan suhu tubuh pada anak, namun peningkatannya tidak akan terlalu tinggi. Pasalnya jika demam pada anak dirasa tinggi, kemungkinan hal tersebut bisa jadi anak sedang ada dalam kondisi yang tidak sehat dan juga bisa jadi penyebabnya karena penyakit lain. 

Pada proses ini biasanya anak memang lebih rewel, baginya hal tersebut terasa sangat menyakitkan. Penyebabnya yaitu karena gigi susu mendorong gusi supaya terbuka agar bisa tumbuh.

3. Anak Cukup Menyikat Gigi Sekali Sehari

Pada kenyataanya menyikat gigi diharuskan 2 kali dalam sehari baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Waktu yang disarankan yaitu pagi hari dan malam sebelum tidur. Zaman dahulu, sebelum mengenal adanya sikat gigi orang-orang menggunakan siwak untuk membersihkan gigi dan mulut mereka. 

Siwak ini merupakan batang atau ranting dari pohon arak. Pohon siwak ini bisa ditemukan di daerah Timur Tengah. Tentunya siwak memiliki manfaat seperti layaknya sikat gigi. Beberapa manfaat siwak yaitu mencegah gigi agar tidak berlubang, mencegah adanya bau mulut dan bisa menyegarkan nafas, mencegah plak gigi, serta melindungi gusi. 

Sikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi susu. Sumber Shutterstock
Sikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi susu. Sumber Shutterstock

Dalam hal ini sikat gigi 2 kali sehari diperlukan untuk kesehatan pada gigi susu. Apabila anak belum tumbuh gigi pada gusi, bisa gunakan kain ataupun waslap untuk membersihkan gusi pada anak untuk menjaga kesehatan gusi dan mulutnya. Kain atau waslap tersebut berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa gula yang ada pada mulut.

4. Pasta Gigi dengan Fluoride Tidak Baik untuk Anak dibawah 2 Tahun

Sebelumnya fluoride yang terkandung dalam pasta gigi menjadi pertimbangan penggunaannya untuk anak-anak. Pasalnya penggunaan pasta gigi dengan kandungan tersebut dikhawatirkan akan tertelan oleh anak-anak.

Namun, penggunaan fluoride sekarang dianjurkan dipakai oleh anak-anak tetapi dalam penggunaannya tidak seperti orang dewasa. Cukup gunakan pasta gigi sebesar sebutir beras dan sebutir kacang polong untuk anak yang masih berusia 3 sampai dengan usia 6 tahun.

Dalam prakteknya sehari-hari, kurang lengkap tentunya jika anak-anak hanya diajari cara menggosok gigi namun tidak diajarkan bagaimana doa untuk sikat gigi. Salah satu doa harian ini sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak.

Dengan melantunkan doa sikat gigi, tentunya akan mengandung keberkahan dalam melakukan rutinitas harian tersebut. Dengan niat yang baik, semua akan menjadi pahala.

5. Bayi Tidak Perlu ke Dokter Gigi Sampai Semua Giginya Tanggal

Pada kenyataannya, anak-anak dianjurkan untuk ke dokter gigi ketika gigi pertama sudah muncul yaitu sekitar umur 1 tahun. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan gigi anak sedini mungkin untuk mendeteksi masalah gigi yang mungkin saja muncul.

Ilustrasi gigi anak muncul. Sumber Shutterstock
Ilustrasi gigi anak muncul. Sumber Shutterstock

Dokter gigi akan memeriksa bagaimana kondisi gusi dan gigi anak-anak. Tidak hanya itu, dokter juga akan memberikan tips bagi ibu-ibu yang memeriksakan anaknya bagaimana agar gigi tidak mudah berlubang.

Pandangan Islam Tentang Mitos Dan Fakta Seputar Gigi Susu Anak

Pandangan Islam tentang mitos secara umum, dan secara khusus tentang gigi susu anak tidak bisa dilepaskan dari beberapa hal penting.

Tentang akidah, Islam mengajarkan konsep tauhid dimana Allah satu-satunya Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Konsep ini meniadakan segala hal yang melibatkan dewa-dewi atau kepercayaan kepada entitas supernatural lainnya yang setara dengan Allah.

Selain itu, Islam juga menolak keras segala bentuk mitos yang mengarah pada praktik-praktik syirik. Pandangan Islam sangat ketat terhadap syirik dan menganggapnya sebagai dosa yang sangat besar.

Islam mendorong umatnya untuk mencari pengetahuan dan kebenaran. Mitos-mitos yang berkaitan dengan sejarah atau kejadian-kejadian lama yang bertentangan dengan fakta-fakta sejarah yang jelas dapat dianggap tidak sah dalam pandangan Islam. Sebab Islam sangat menghargai akal dan pengetahuan.

Islam juga menekankan pentingnya mengajar dan menyampaikan pengetahuan yang benar kepada generasi selanjutnya. Ini mencakup menyampaikan pengetahuan yang benar tentang ajaran agama dan menghindari penyebaran mitos atau kepercayaan yang salah.

Beberapa mitos-mitos mengenai gigi susu anak diatas biasa dijadikan pengetahuan bagi ibu-ibu untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan gigi anak-anaknya. Untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dan menarik lainnya update terus artikel yang ada di anaksoleh.net.

Leave a Comment