Hukum Jual Beli Oleh Anak Kecil Menurut Islam

Jual beli merupakan suatu kegiatan yang mempertemukan antara si penjual barang dengan si pembeli barang. Transaksi jual beli dapat dilakukan dimana saja, kapan saja serta oleh siapa saja. Bahkan transaksi jual beli juga dapat dilakukan dengan jarak jauh.

Namun dari segi pandang Islam, transaksi jual beli terdapat beberapa kaidah atau aturan yang berlaku. Apabila salah satu kaidah atau aturan tersebut tidak dijalankan atau tidak dihiraukan, maka transaksi jual beli tersebut bisa jadi masuk ke dalam transaksi jual beli yang bathil. Banyak orang yang kurang paham atau bahkan belum mengetahui terkait hal ini. Bahkan berbagai jenis pertanyaan terkait hal ini telah banyak bermunculan dan dipertanyakan.

Dengan demikian artikel kali ini akan sedikit mengulas terkait salah satu kaidah atau aturan jual beli dalam pandangan Islam. Terkhusus Apakah ? jual beli yang dilakukan oleh anak kecil itu sah dalam hukum Islam. Maka, mari kita simak sedikit penjelasan di bawah ini.

Ilustrasi jual beli, sumber : kiblat.net

Pertanyaan :

Apa hukum jual beli oleh anak kecil? (Faisal di Banjarmasin)

Jawaban :

Diantara rukun jual beli adalah adanya dua pihak yang berakad (al ‘aaqidaani). Al ‘aaqidaani ini adalah pihak yang menjual dan pihak yang membeli. Al ‘aaqidaani ini disyaratkan telah memahami sifat dan konsekuensi dari jual beli. Oleh karena itu maka tidak sah (batal) jual beli yang dilakukan oleh anak kecil. (Al buyu’ alqadimah wal mu’ashirah hal. 17, al ba’iu fil fiqhi al islami hal. 11, al fiqhu ‘ala mazhahabil arba’ah 2/145).

Hanya saja ulama berbeda pendapat bagi anak yang telah mumayyiz dengan yang belum. Jumhur ulama menyatakan anak yang belum mumayyiz maka jual belinya tidak sah. Dan sah jika sudah mumayyiz. Menurut kami inilah pendapat yang lebih kuat.(Al buyu’ alqadimah wal mu’ashirah hal. 17, al ba’iu fil fiqhi al islami hal. 11, al fiqhu ‘ala mazhahabil arba’ah 2/145).

Ulama hanabilah menyatakan anak yang belum mumayyiz sah melakukan jual beli jika barang yang diperjualbelikan adalah barang yang ringan.berdasarkan riwayat bahwa Abu Darda pernah membeli burung pipit dari seorang ana kecil. Tapi jika barang yang diperjualbelikan dalam jumlah yang banyak maka tidak sah jual belinya, meskipun mendapat idzin dari walinya. (al fiqhu ‘ala mazhahabil arba’ah 2/145).

Sedangkan ulama Syafi’iyyah menyatakan bahwa jual beli yang dilakuan anak kecil tidak sah baik belum mumayyiz maupun telah mumayyiz. (al fiqhu ‘ala mazhahabil arba’ah 2/145).

Ilustrasi Jual Beli oleh Anak
Ilustrasi jual beli oleh anak

Mumayyiz adalah anak atau orang yang telah memahami sifat jual beli dan konsekuensi dari jual beli tersebut, yaitu terjadinya peralihan hak kepemilikan karena adanya akad jual beli.  Usia mumayyiz tidaklah sama satu anak dengan anak yang lain. Ada yang sudah mumayyiz pada usia empat tahun. Tapi secara umum anak sudah mumayyiz saat memasuki usia tujuh tahun (Nasyrah Hizbut Tahrir tanggal 20 dzul qa’dah tahun 1388 H)

Yogyakarta, 15 Rajab 1431 H/27 Juni 2010

Al Faqir ilallah: Wahyudi Abu Syamil Ramadhan


Terimakasih sudah menyimak artikel yang berjudul asli “Jual Beli oleh Anak Kecil”. semoga menjadi pengetahuan bagi pembaca. Kami dari anaksholeh.net menambahkan gambar, link, dan perubahan pada judul, pembuka serta penutup artikel agar lebih menarik. Jika dirasa bermanfaat untuk umat, silahkan share diberbagai platform sosial media yang ada. Jazakumullah khair

Leave a Comment