Benarkah Menikah Menghambat Dakwah? Simak Penjelasannya!

Bagi seorang/kelompok pengemban dakwah, tantangan dan rintangan yang membuat aktivitas dakwah terhambat atau menurun adalah hal biasa yang sering ditemui. Maka memiliki semangat dan motivasi atau dorongan diri yang tinggi untuk selalu menjadikan aktivitas dakwah paling utama dalam berkehidupan sehari-hari adalah salah satu hal yang harus dimiliki oleh seorang pengemban dakwah. Mengingat di era sekarang ini, berbagai jenis aktivitas yang menjerumus ke dalam kemaksiatan semakin banyak.

Lalu, benarkah menikah yang merupakan salah satu ibadah sunnah dan paling dicintai Allah subhanahu wa ta’ala mampu menjadi penghambat dalam menjalankan aktivitas dakwah? Jika iya, bagaimana cara mengatasinya? Lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini.

Suami istri, foto: simakterus.com

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr.Wb
Ustadzah Zulia yang dirahmati Allah, Saya seorang aktivis gerakan dakwah, tinggal di Yogya dan sudah mengajar. Benarkah aktifis dakwah kalau sudah menikah semangat dakwahnya menjadi berkurang? Bagaimana mengantisipasinya? Sementara keinginan saya untuk menikah semakin besar, tak jarang antara akal dan naluri terus berbenturan. Minta sarannya ya.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.
TA
Yogya

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

TA yang baik,

Dakwah memang menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Sesungguhnya misi utama Rasulullah SAW adalah berdakwah, yakni mengajak semua manusia kepada jalan yang benar. Berkat dakwah yang terus dilancarkkan tanpa henti, Islam bisa tersebar ke seluruh dunia, dipeluk, dipahami dan diamalkan oleh manusia dari berbagai suku dan bangsa. Salah satu inti ajaran Islam memang perintah kepada umatnya untuk berdakwah, dan menjadi ciri seorang muslim adalah kepe-duliaannya terhadap dakwah. Dakwah juga merupakan wujud kasih sayang dan kepedulian seorang muslim terhadap muslim lainnya, bahkan sesama manusia. Sementara menikah adalah menjalankan sunnah Nabi, sesuai dengan fitrah manusia. Hikmah yang dapat diambil jika sunnah Nabi ini dijalankan adalah munculnya ketentraman jiwa. Dengan pernikahan akan tumbuhlah kecintaan, kasih sayang, dan kesatuan antara pasangan suami isteri. Dengan pernikahan, keturunan umat manusia akan tetap berlangsung semakin banyak dan berke-sinambungan.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian terdapat tanda-tanda (kekuasananNya) bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum:21).


TA yang baik,

Tugas utama wanita adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Walau dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim maka setelah menikah pelaksanaannya harus diatur dengan melihat skala prioritas. Ketika dihadapkan pada beberapa aktivitas rumah tangga yang semuanya wajib, maka aktivitas yang paling urgen itulah yang didahulukan.

Kedudukan wanita dalam dakwah, foto: muslim.or.id

Rasulullah SAW bersabda:

”Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya”. (HR. Muslim)

Baca Juga: Hukum Seputar Dakwah Wanita

Semangat atau ghirah dakwah memang harus selalu terjaga dalam kondisi apapun, sebelum atau sesudah menikah. Di sinilah pentingnya kerjasama dengan suami dan menjalani kehidupan dakwah berjamaah. Ketika semangat mulai menurun maka masing-masing harus bisa mengingatkan dan memberikan dorongan. Ghirah dakwah akan menurun biasanya jika mulai muncul persoalan. Langkah awal yang mesti dilakukan adalah sama-sama berkomitmen bahwa keluarga yang akan dibentuk merupakan sebuah keluarga dakwah, sehingga suami istri harus memiliki cita-cita untuk menerapkan ideologi Islam. Untuk menjaga agar semangat dakwah terus menyala, ingatlah selalu pahala yang dijanjikan Allah SWT untuk para pengemban dakwah. Perhatikan dan pelajari perjuangan para pengemban dakwah di masa lalu, Rasulullah SAW dan para sahabat. Bagaimana mereka dapat selalu istiqamah dalam menegakkan kebenaran, walaupun rintangan terus menghadang. Jadikan mereka sebagai teladan sekaligus motivator agar semangat dakwah terus menyala. Perkuat perasaan Islam (nafsiyah Islamiyah), dengan melaksanakan shalat ber-jama’ah, shaum sunnah, qiyamul lail dan tadarus qur’an bersama-sama. (Zulia Ilmawati)

Diposkan pada Pernikahan dan Seks


Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul “Benarkah Menikah Menghambat Dakwah? Simak Penjelasannya!”. Kami dari anaksholeh.net telah menambahkan gambar, link, featured image, perbaikan judul, perbaikan alenia dan pemberian pembuka serta penutup agar lebih menarik. Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan share melalui sosial media. Jazakumullah khair.

Leave a Comment