Deprecated: Hook custom_css_loaded is deprecated since version jetpack-13.5! Use WordPress Custom CSS instead. Jetpack no longer supports Custom CSS. Read the WordPress.org documentation to learn how to apply custom styles to your site: https://wordpress.org/documentation/article/styles-overview/#applying-custom-css in /home/anaksho1/public_html/wp-includes/functions.php on line 6085
Jika Kedua Orang Tua Bercerai - Dalam Islam, Gapai Ketaqwaan

Jika Kedua Orang Tua Bercerai

Dalam ajaran islam, perceraian memanglah tidak dilarang dan itu dibolahkan. Namun, ini bukan menjadi alasan untuk menjadikannya sebagai salah satu opsi pilihan dalam berkeluarga. Dengan kata lain perselisihan tersebut bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik.

Dampak perceraian tidak hanya sebatas antara suami dan istri saja. Melainkan bisa juga berdampak terhadap anak-anak. Baik dari sisi psikologis, pendidikan, kasih sayang dan lainnya. Bahkan bisa saja berakibat buruk terhadap sang anak.

Lalu bagaimana jika sahabat atau anak didik kita merasa sedih dan down (kurangnya semangat hidup) akibat kedua orang tuanya bercerai? Langkah apa yang harus kita lakukan? Nah, untuk lebih jelasnya mengenai hal ini. Mari kita simak ulasan artikal berikut.

Ilustrasi sang anak merasa sedih, foto: unsplash.com
Ilustrasi sang anak merasa sedih, foto: unsplash.com

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga yang saya hormati. Saya seorang pendidik, salah satu murid saya (perempuan) sedang gelisah karena menghadapi kenyataan bahwa kedua orang tuanya baru saja bercerai. Apa yang sebaiknya saya lakukan untuk membantu menguatkan murid saya ini agar bisa tegar menghadapinya, tidak mengganggu aktivitasnya di sekolah dan tetap semangat dalam belajar. Jazakillah atas saran-sarannya.

Wassalaamu’alaikum Wr.Wb

SI

08211XXXXXXX

Jawaban :

Wa’alaikumsalam Wr.Wb

Ibu SI yang baik,

Sesungguhnya pernikahan diselenggarakan dalam rangka membentuk keluarga dan sekaligus mewujudkan ketenangan di dalamnya. Jika di dalam kehidupan pernikahan muncul persoalan yang dapat mengganggu keluarga hingga batas yang tidak memungkinkan dipertahankan keutuhannya, maka harus ada jalan keluar bagi kedua belah pihak untuk berpisah.

Dalam kondisi seperti ini, masing-masing pihak tidak boleh memaksakan diri untuk mempertahankan ikatan pernikahan yang sudah diliputi dengan perselisihan terus menerus atau bahkan mungkin juga kebencian. Sebagaimana Allah SWT telah mensyariatkan pernikahan, Dia juga telah mensyariatkan adanya perceraian (talak).

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik” (TQS. Al-Baqarah: 229)

Ilustrasi perselisihan suami istri, foto: unsplash.com
Ilustrasi perselisihan suami istri, foto: unsplash.com

Ibu SI yang baik,

Perceraian seringkali memang berdampak buruk buat anak-anak. Dampak terbesar yang dirasakan anak biasanya adalah ketakutan. Anak-anak merasa takut bahwa perceraian akan menyebabkan mereka ditinggalkan oleh orang tuanya. Selain itu, anak juga merasakan kebingungan atau bisa juga merasa cemas.

Hal ini dapat dimaklumi karena perceraian dapat menjadikan anak-anak bingung dengan kondisi rumah tangga yang berantakan, bahkan terkadang mereka juga merasakan hubungan dengan orang tua yang memburuk. Keadaan ini biasanya akan berpengaruh pada konsentrasi belajar anak, kondisi psikologisnya menjadi rapuh, terkadang anak menjadi stres dan frustasi.

Tidak ada ukuran berapa lama duka anak itu berlangsung. Ada sebagian anak yang segera bisa bangkit kembali seperti biasa berkat dukungan lingkungannya, tapi ada pula yang perlu waktu cukup lama.

Ibu SI yang baik,

Bukanlah hal yang mudah membantu anak melewati masa sulit setelah perceraian orang tua, jadilah Anda pendengar yang baik. Dengarkan keluhan murid Anda dengan sabar dan penuh perhatian. Biar Anda tahu bagaimana dia menanggapi perceraian orang tuanya, dan bagaimana cara melewatinya.

Ilustrasi pertengkaran suami istri, foto: unsplash.com
Ilustrasi pertengkaran suami istri, foto: unsplash.com

Pahami perasaannya, dan yakinkan padanya untuk tidak perlu takut mengungkapkan perasaannya kepada Anda. Beri dia dukungan, anak korban perceraian, karena akan kehilangan salah satu orang tua, terkadang mereka suka menyalahkan salah satu dari kedua orang tuanya (atau kedua-duanya).

Hal lain yang juga dapat Anda lakukan adalah, meminta padanya untuk bertemu dengan anak lain yang punya masalah sama, dan telah berhasil melewati masa-masa perceraian orang tuanya dengan baik. Yakinkan padanya, bahwa  masih memiliki orang tua yang menyayangi. Walaupun di antara mereka tidak lagi tinggal serumah.

Ibu SI yang baik,

Perceraian adalah salah satu solusi yang dibolehkan dalam Islam ketika terjadi persoalan di dalam rumah tangga, dan sudah tidak mungkin dipersatukan kembali. Bagi anak, tidak ada pilihan, mesti dihadapi dengan ikhlas.

Baca Juga: Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam beradaptasi terhadap perubahan hidupnya akan ditentukan oleh daya tahan dalam dirinya sendiri, pandangannya terhadap perceraian, cara orang tua menghadapi perceraian, pola asuh dari orang tua dalam kehidupan yang baru, dan terjalinnya hubungan baik dengan kedua orangtuanya.

Bantu murid Anda agar dia  memiliki pandangan yang tidak buruk tentang perceraian yang terjadi dan tetap punya hubungan baik dengan kedua orang tuanya. Semoga dimudahkan langkahnya, dan murid Anda kembali bersemangat.


Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul “Jika Kedua Orang Tua Bercerai”. Kami dari anaksholeh.net telah menambahkan gambar, link, featured image, perbaikan alenia, perbaikan pada judul dan pemberian pembuka serta penutup agar lebih menarik. Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan share melalui sosial media.

Catatan kaki:

Sumber : Tabloid MU edisi 112