Mengajarkan kebiasaan baik pada anak seperti kebiasaan untuk sikat gigi bukanlah pekerjaan yang mudah. Selain karena sikat gigi merupakan hal baru yang masih terasa asing bagi anak, tidak sedikit pula anak-anak yang merasa tidak nyaman ketika merasakan tekstur baru di dalam mulutnya.
Namun, mengingat pentingnya orang tua sebagai pendidik, Anda harus tetap mengajarkan hal ini karena akan sangat mempengaruhi kesehatan gigi anak, baik untuk masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Apalagi ketika gigi sudah mendapatkan masalah, dibutuhkan effort yang cukup ekstra untuk mengobati dan memperbaikinya.
Nah, untuk Anda yang memiliki anak kecil, berikut beberapa tips menumbuhkan kebiasaan sikat gigi pada anak yang perlu dicoba.
Jangan Langsung Menyerah, Ini Tips Mudah Bangun Kebiasaan Sikat Gigi pada Anak

Mengurus dan membesarkan anak memang bukan perkara mudah. Tak hanya perlu diberi asupan, anak juga harus dididik dan dibiasakan dengan kebiasaan baik sejak dini agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri dan bisa menjaga dirinya sendiri. Dari banyaknya kebiasaan baik, menjaga kebersihan adalah salah satu yang paling penting.
Tidak hanya untuk menjaga kesehatan, kebersihan dalam Islam juga termasuk dalam salah satu poin menjaga keimanan. Anda tentu tidak asing dengan istilah kebersihan sebagian dari iman bukan? Nah, untuk Anda yang ingin mulai menanamkan kebiasaan sikat gigi pada anak, berikut beberapa tipsnya untuk Anda.
1. Mulai dengan Berikan Contoh
Anak-anak bukanlah pendengar terbaik, namun mereka adalah peniru yang handal. Jika ingin mengajarkan hal baru, hal pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah langsung memberikan contoh nyatanya di depan mereka.
Cara mudahnya, ajak anak untuk melihat Anda sikat gigi setiap pagi dan malam hari. Perlihatkan bagaimana caranya membersihkan sikat, menyikat gigi, dan berkumur dengan cara yang menyenangkan. Selanjutnya, perlihatkan pula gigi Anda yang sudah lebih bersih ketika selesai disikat.
Jika dilakukan terus menerus, mereka akan merasa penasaran dan ingin mencobanya sendiri. Jika anak ingin menyikat giginya sendiri, jangan langsung melarangnya. Namun, dampingi mereka dan beritahu cara sikat gigi yang benar agar benar-benar bersih.
2. Kenalkan sebagai Rutinitas Wajib Harian
Jika Anda sudah memberinya contoh, hal selanjutnya yang juga perlu Anda lakukan adalah menjadikannya sebagai rutinitas wajib setiap hari. Dengan begini, sadar atau tidak anak akan memiliki refleks untuk menyikat gigi ketika waktunya tiba.
Pada saat malam sebelum tidur misalnya, Anda bisa langsung membawa anak ke tempat biasa menyikat gigi, mengajaknya sikat gigi bersama-sama, baru kemudian membaca buku cerita dan tidur.
Kebiasaan-kebiasaan yang dianggap kecil ini nyatanya mampu memberikan rasa tenang, bonding yang lebih mendalam antara orang tua dan anak, dan akhirnya mampu memberikan rasa bahagia dan perasaan dicintai oleh orang tua.
3. Pastikan Sikat Giginya Nyaman

Tips selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menanamkan kebiasaan sikat gigi pada anak adalah memberikannya sikat gigi yang nyaman dan sesuai usia. Sikat gigi sendiri biasanya maksimal dipakai selama tiga bulan saja. Jika sudah sampai jangka waktu tersebut, maka Anda harus menggantinya dengan yang baru.
Untuk anak-anak, pilihlah sikat gigi dengan ukuran kepala yang kecil dan sikat yang lembut. Selain lebih mudah digerakkan di dalam mulut anak, ukuran kepala sikat yang kecil juga lebih mudah untuk menjangkau seluruh bagian dalam mulut.
Selain itu, tidak ada salahnya juga untuk membelikan sikat gigi dengan warna atau gambar kesukaan anak Anda. Biasanya, anak akan lebih suka dan semangat melakukan sesuatu jika peralatan untuk melakukannya sesuai dengan kesukaan mereka.
4. Pilih Pasta Gigi dengan Rasa Favorit Anak
Ketika sedang memilih sikat gigi, tidak ada salahnya untuk sekaligus memilih pasta gigi anak. Saat ini, ada banyak rasa pasta gigi anak yang bisa dipilih, maka sebaiknya pilihlah varian rasa yang disukai oleh anak, misalnya rasa strawberry, jeruk dan lain sebagainya.
Selanjutnya, pastikan juga untuk memilih pasta gigi dengan kandungan yang aman dan mengandung fluoride karena sangat dibutuhkan untuk menjaga gigi anak Anda. Untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan, tidak ada salahnya juga untuk membiarkan anak memilih pasta giginya sendiri ketika sedang berbelanja.
5. Selalu Berikan Pengertian yang Mudah Dipahami

Sedangkan tips terakhir yang bisa dilakukan untuk menanamkan kebiasaan sikat gigi untuk anak adalah selalu memberikan pengertian dengan lembut dan mudah dipahami. Misalnya, berikan contoh gigi yang kotor setelah makan sehingga harus dibersihkan setiap hari.
Lalu, berikan pula contoh gigi yang rusak dan sakit karena tidak dibersihkan dan dirawat dengan baik. Saat ini, sudah ada cukup banyak buku anak tentang menjaga gigi yang sudah dilengkapi dengan ilustrasi gambar menarik, jadi Anda bisa memberi pengertian dengan menggunakan buku tersebut.
Nah, itulah beberapa tips untuk menumbuhkan kebiasaan sikat gigi pada anak yang bisa dilakukan. Sebagai tips terakhir, tidak ada salahnya untuk memberikan reward pada anak jika memang dirasa perlu. Contohnya, jika anak Anda rutin menyikat giginya setiap hari tanpa diminta selama satu minggu, maka Anda akan memberikannya mainan favoritnya.
Selain mengajarkan sikat gigi, hal lain yang juga perlu Anda lakukan sebagai orang tua untuk menjaga gigi anak adalah memeriksakannya ke klinik dokter gigi minimal satu kali dalam enam bulan.
Dengan pemeriksaan rutin ini, Anda bisa terus mengontrol keadaan dan pertumbuhan gigi, dan pada akhirnya bisa meminimalisir masalah yang bisa menyerang, apalagi ketika fase pergantian dari gigi susu menjadi gigi permanen. Semoga bermanfaat.