Bolehkah Manfaatkan Bekas Botol Miras?

Sebagai seorang muslim tentunya tentang keharaman minuman keras telah kita pahami. Walaupun Sebagian besar kaum muslimin telah melaksanakan perintah ini dengan baik namun tetap saja ada sebagian lainnya yang ingkar. Bahkan mereka menjadikan minuman keras sebagai minuman favorit.

Berkaitan dengan keharaman minuman keras Rasulullah SAW telah melarangnya sejak lama. Meski tidak diharamkan seacara langsung, namun efek dari minuman keras yang memabukkan membuat para sahabat tidak fokus dalam membaca ayat-ayat Al-Quran ketika shalat. Bahkan setelah mendengar kabar tentang pengharaman minuman keras ada sahabat yang langsung memecah botol berisi khamr (minuman keras) seketika.

Sedangkan Al-Quran sendiri menjelaskan tentang keharaman khamr dibeberapa ayat dari surat yang berbeda. Penjelesan tersebut salah satunya berada dalam surat Al-MAidah ayat 90 berikut :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung”.

Minuman Keras (beralkohol) haram bagi muslim, sumber : pixabay.com

Perintah dan larangan dari Allah SWT yang tertera di dalam Al-Qur’an sudah pasti benar tanpa bantahan. Yang salah satunya adalah ayat diatas. Penjelasan yang amat gambling dan bisa seketika diaplikasikan oleh kaum muslimin.

Lantas bagaimana hukumnya dengan orang-orang yang memanfaatkan botol bekas dari khamr tersebut? Karena di kalangan masyarakat hari ini begitu banyak pemanfaatan dari botol bekas tersebut. Salah satu yang sering ditemui adalah para penjual bensin yang sering menggunakannya dalam menjajakan bensin satu literan mereka.

Meski ada botol lain yang bisa digunakan seperti botol plastik Pekanbaru, namun masyarakat banyak yang lebih memilih botol bekas ini. Selain mudah didapatkan, botol untuk tempat bensin juga tidak perlu diperhatikan dari segi kesehatan karena bukan untuk tempat bahan konsumsi.

Secara logika menggunakan sesuatu dari tempat barang najis adalah tidak tepat. Khamr dalam pandangan agama islam dihukumi sebagai barang yang najis. Namun penggalian hukum yang hanya juga berlandaskan nalar juga bukanlah hal yang baik. Seorang muslim harus memiliki dalil naqli dan aqli dalam menentukan sebuah hukum.

Terlebih berkaitan dengan hal ini ada penjelasan dari Rasulullah SAW tentang penggunaan barang najis. Sesuatu yang dating dari Rasulullah SAW adalah dalil naqli yang bisa mematahkan dalil aqli. Suatu Ketika beliau pernah bersabda :

إِنَّا نُجَاوِرُ أَهْلَ الْكِتَابِ وَهُمْ يَطْبُخُونَ فِي قُدُورِهِمُ الْخِنْزِيرَ وَيَشْرَبُونَ فِي آنِيَتِهِمُ الْخَمْرَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَهَا فَكُلُوا فِيهَا وَاشْرَبُوا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَارْحَضُوهَا بِالْمَاءِ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا

Kami bertetangga dengan Ahli Kitab, mereka menggunakan panci-panci mereka untuk memasak babi dan meminum khamar dari wadah-wadah mereka. Maka Rasulullah Saw bersabda; ‘Sesungguhnya jika kalian mendapatkan selainnya, maka makan dan minumlah darinya, dan jika tidak kalian dapatkan selainnya, maka cucilah dengan air, lalu makan dan minumlah (darinya). ( HR Abu Daud)

botol bekas miras boleh dimanfaatkan kembali, sumber : roda2blog.com

Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud di atas dijelaskan bahwa sesuatu yang haram bisa dimanfaatkan setelah dicuci kembali dengan benar. Jika sesuatu yang dimakan dan masuk dalam perut saja Rasulullah SAW memberikan solusi yang demikian maka untuk penggunaan selain untuk dikonsumsi juga diperbolehkan.

Bahkan bukan hanya untuk tempat bensin. Bekas dari botol bekas minuman keras juga bisa dimanfaatkan untuk tempat yang lain seperti pewangi, pengharum ruangan dan sebagainya. Setelah mendapatkan perhatian yang baik dengan pencucian yang benar barang yang najis akan menjadi bersih dan suci. Karena yang menjadi focus utama adalah tempat bukanlah barangnya.

Selain itu ada banyak hal lain yang bisa dijadikan penguat tentang pembolehan botol minuman keras ini dimanfaatkan kembali setelah disucikan. Beberapa hal dalil penguat diantaranya adalah perkara keharaman air liur anjing.

Baca Juga : Keistimewaan Madu Dalam Al-Quran

Seseorang yang terkena jilatan dari anjing otomatis akan terkena air liurnya. Dan berkaitan air liur anjing yang najis tersebut Rasulullah SAW telah memberikan solusi untuk dicuci sebanyak tujuh kali dengan dicampuri debu pada awal pencuciannya.

Najis dari liur anjing yang menempel pada kulit atau bejana saja bisa disucikan kembali setelah melalui pensucian yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Maka otomatis pemanfaatan botol bekas minuman alkohol juga bisa digunakan kembali setelah suci, terlebih telah ada penjelasan dari beliau SAW dalam mensucikan barang najis.

Islam telah sempurna dengan aturan paripurna, sumber ; pixabay.com

Begitulah islam dalam memberikan solusi dari kehidupan manusia. Solusi dari islam telah sempurna dan paripurna dari hal terkecil sampai terbesar. Dari urusan masuk kamar mandi sampai urusan bernegara. Maka apa kita masih ragu mengamalkan ajaran islam secara keseluruhan?

Namun jika anda masih ragu memanfaatkan botol bekas khamr tersebut, anda bisa menggunakan botol lain seperti bekas botol jenis teh herbal. Selain tidak perlu melakukan pembersihan yang benar dan ketelitian, penggunaan dari bekas barang yang halal akan menjadi halal pula.

Nah itulah penjelasan dari kebolehan penggunaan botol bekas khamr. Ada banyak hal dalam islam yang harus terus kita pelajari seperti adab bepergian dalam islam. Karena sebagaimana yang kita tahu, mengetahui dalil dalam muamalah lebih baik bagi kaum muslimin daripada sekedar ikut-ikutan.

Leave a Comment