Mengubur Jenazah Dengan Peti Hukumnya Makruh, Kecuali Beberapa Keadaan Ini!

Dalam peradaban manusia ada berbagai ragam cara dalam memperlakukan jenazah. Ada ajaran tertentu yang memperlakukan jenazah dengan dibakar, dikremasi dan yang lainnya. Namun jika anda merupakan seorang muslim pastinya ada tahu bukan perlakuan jenazah bagi pemeluk agama islam adalah dengan dikuburkan?

Penguburan jenazah merupakan ajaran yang masuk akal dan logis dari sang pencipta. Manusia yang asal mulanya memang tercipta dari tanah dengan cara dikuburkan maka dia akan kembali menjadi tanah. Asal mula penciptaan yang sampai menimbulkan kegaduhan hingga membuat azazil mendapatkan hukuman karena meremehkan manusia atas asal ciptaannya.

Sebagai seorang muslim tentu wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan sang pencipta. Aturan dari Allah SWT telah sempurna dan menyeluruh. Karena detailnya aturan islam yang telah ditetapkan tersebut, maka tidak mengherankan jika soal pengurusan jenazah telah ada secara terperinci. Jangankan soal pengurusan jenazah, soal urusan bernegara saja agama islam telah memberikan pedoman.

Aturan Pengurusan Jenazah

Salah satu aturan dari soal jenazah tersebut adalah adanya kewajiban bagi muslim untuk ikut mengurusnya. Walaupun jika telah ada yang mengurusi maka kewajiban atas muslim yang lain menjadi gugur, namun sebaiknya jika ada jenazah yang dikenal tetap datang untuk mengurus. Hal tersebut untuk mengantisipasi jangan sampai jenazah tidak terurus.

Mengurus jenazah itu wajib, sumber : kalam.sindonews.com

Namun jika tidak ada sanak saudara yang kenal dengan sang mayit, maka perangkat desa atau pengurus takmir masjid lah yang harus mengurusinya. Hal tersebut untuk menggugurkan kewajiban dan juga memuliakan sang jenazah.

Aturan lainnya dalam hal pengurusan jenazah adalah berkaitan dengan prosesi penguburan. Dalam prosesi penguburan bagi seorang muslim tentunya berbeda dengan agama lain. Jika agama nasrani dalam penguburan jenazah biasanya beserta dengan petinya, hal tersebut tidak bagi seorang muslim.

Walaupun sebagian besar masyarakat tetap menggunakan peti mati saat membawa jenazah ke makam, namun peti mati yang digunakan cukuplah sederhana. Tidak seperti yang dipakai agama lain dimana petinya mewah bahkan merupakan hasil produksi dari mebel kayu jati ternama.

Bagi seorang muslim peti yang digunakan diambil manfaatnya saja yaitu untuk membawa jenazah. Sehingga terkadang peti hanya merupakan keranda biasa yang dibuat dari kayu yang ringan ataupun stainless. Hal tersebut guna memperingan sang pembawa jenazah agar segera sampai ke makam.

Agama islam mengajarkan prosesi pemakaman berlangsung dengan cepat. Semakin cepat penguburan mayat maka akan semakin baik. Hal tersebut sesuai dengan sabda nabi SAW berikut :

Segeralah dalam mengurus jenazah. Karena jika jenazah itu orang sholeh, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika jenazah tersebut selain dari orang sholeh, berarti kalian telah meletakkan kejelekan di pundak kalian”. (HR. Bukhori no. 1315 dan Muslim no. 944)

Maka membuat peti mati yang terlampau mewah bagi seorang muslim tidak semestinya dilakukan. Daripada sekedar untuk dibelanjakan membeli peti yang mewah dan berkesan, maka akan lebih baik jika uang tersebut digunakan untuk yang lainnya.

Kemakruhan Dan Pengecualian

Agama islam pun memandang bahwa menguburkan jenazah beserta dengan petinya merupakan perbuatan yang makruh untuk dilakukan. Agama islam mensyariatkan untuk menguburkan setiap jenazah hanya sekedar dengan kain kafan yang menyelimutinya.

Saat dikubur jenazah muslim cukup dikafani, sumber : bincangmuslimah.com

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syahril Minhaj karya Ibnu Hajar Al-Haitami dijelaskan berkaitan dengan makruhnya mengubur jenazah beserta petinya. Di dalam kitab tersebut termaktub :

“Sesuai kesepakatan para ulama dimakruhkan mengubur jenazah dengan petinya karena merupakan bid’ah. Kecuali jika ada udzur seperti lembabnya tanah atau gembur berair dan adanya binatang buas yang akan menggalinya walaupun tanahnya sudah padat yang sekiranya tidak akan bisa terlindungi kecuali dimasukkan ke dalam peti atau jenazah seorang wanita yang tidak punya mahram. Maka dalam hal ini penggunaan peti tidak dimakruhkan karena alasan kemaslahatan. Bahkan bisa diperkirakan dengan alasan tersebut hukumnya bisa menjadi wajib”.

Berdasarkan dalil di atas maka bisa diketahui bahwa keadaan makruh tersebut dapat berubah statusnya jika menemui alasan yang syar’i. Bahkan status makruh bisa berubah menjadi wajib jika memang daerah pemakaman merupakan tempat yang rawan, masih banyak binatang buas yang sewaktu-waktu bisa mengambil jenazah jika suasana sepi.

Baca Juga : Mengetahui Keutamaan Mengantar Mayat Sampai Ke Kuburannya

Dengan penggunaan peti tentunya akan menghalau binatang tersebut untuk menjangkau sang mayit. Terlebih dengan penggunaan peti mati tentunya akan meminimalisir aroma yang bisa saja mengundang hewan buas tersebut.

Bahkan di dalam kitab I’anatut Thalibin karya Al-Bakri Muhammad Syatha Al Dimyathi dijelaskan bahwa dimakruhkan menggunakan peti mati kecuali semisal berada pada tanah lembab berair. Dalam hal ini beliau menyatakan bahwa penggunaan peti mati menjadi wajib.

Keadaan tertentu memang terkadang dapat merubah status hukum dalam agama islam. Hal tersebut juga tertera di dalam soal peti mati ini. Karena hal itulah sering terjadi perbedaan pendapat diantara satu ulama dengan yang lain.

Beberapa perdebatan yang sering muncul soal makam dan pemakaman selain menguburkan jenazah dengan peti yaitu membangun bangunan di atas kuburan. Walaupun hal tersebut dilakukan dengan maksud baik bahkan sampai menggunakan jenis marmer terbaik namun sebagai seorang muslim sebaiknya selalu mengedepankan syariat dalam bertindak.

Mengubur bersama peti makruh kecuali berudzur, sumber : pixabay.com

Namun soal penguburan jenazah bersama peti mayoritas ulama telah sepakat tentang kemakruhannya. Keadaan tertentu yang dimaksudkan pun saat ini sudah semakin sedikit dijumpai. Udzur syar’i yang tertera di dalam kitab yang disebutkan di atas lambat laun telah mulai teratasi.

Sebagai contoh adalah jika tanah area pemakan merupakan tanah yang lembab ada cara untuk membuatnya kering. Salah satunya ditimbun dengan tanah yang lain. Bisa jadi lembabnya area pemakaman adalah karena rendahnya area tersebut. Maka dengan ditimbun maka area tersebut akan semakin tinggi.

Kasus demi kasus soal sulitnya menjalankan syariat islam lambat laun mulai teratasi dengan majunya teknologi dan peradaban. Maka tinggal mau atau tidaknya manusia melaksanakan syariat islam tersebut.

Nah itulah pembahasan mengenai penguburan jenazah beserta peti matinya. Alangkah baiknya jika anda melengkapi khasanah islam anda berkaitan dengan jenazah dan pemakaman dengan membaca artikel kami yang lain tentang adab berziarah kubur.

Leave a Comment